Diduga Akibat Depresi

Dukun DT Gantung Diri di Sel Tahanan Polsek Tapung

Selasa,15 September 2015 | 18:45:45 WIB
Dukun DT Gantung Diri di Sel Tahanan Polsek Tapung
Ket Foto : Foto :ilustrasi (int)

KAMPAR (jurnalmetronews.com) - Salah satu tahanan di Mapolsek Tapung, Kampar gantung diri di dalam sel, Sabtu (12/9/2015) sekitar pukul 01.30 WIB.

Daman Trisno alias DT (65) yang sehari-hari berprofesi sebagai dukun di Km 72, Desa Kusau, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar mengalami depresi atas kasus hukum yang menjeratnya. DT mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di dalam kamar mandi sel tahanan.

DT saat itu melaksanakan Salat Tahajud secara bergantian, setelah selesai DT pun masuk ke kamar mandi. Rekannya yang merasa curiga karena ada suara ngorok dari dalam kamar mandi mencoba memanggil DT, namun tidak ada sahutan.

"Beberapa anggota yang saat itu sedang piket, mencoba untuk membuka pintu. Namun karena tidak bisa dibuka, pintu langsung didobrak. Saat pintu terbuka, DT ditemukan tergantung di jeruji ventilasi kamar mandi dengan menggunakan baju batik yang dipakainya," ujar Kapolsek Tapung, Kompol Barzawi.

DT yang diturunkan diberi nafas buatan, sehingga dapat bernafas kembali. Setelah itu langsung dibawa ke Puskesmas Tapung, namun saat itu tidak ada dokter, DT dirujuk ke RSUD Bangkinang.

"Karena kondisi yang tak memungkinkan, DT kembali dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, setelah ditangani tim medis, DT sempat sadar dan dapat diajak bicara bahkan DT minum teh dan makan nasi," kata Kapolsek.

Setelah itu, DT sesak nafas dan akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 13.50 WIB siang. Menurut dokter yang menanganinya, DT sebelumnya memiliki penyakit bawaan dan darah tinggi. Sekitar pukul 17.20 WIB, keluarga DT meminta agar jenazahnya dibawa ke Kampung Keling, Kabupaten Binjai, Provinsi Sumatera Utara untuk dimakamkan.

DT yang sebelumnya terlibat kasus pembunuhan seorang wanita yang mayatnya ditemukan hangus terbakar di dalam koper di Jalan Lintas Pekanbaru-Petapahan, Km 35-36, Desa Pantai Cermin, Tapung, Kampar, Senin (7/9/2015) pekan lalu.

Menurut keterangan dua orang tersangka lainnya yang berperan sebagai eksekutor, yakni FB dan SU, mereka meminta pendapat DT bagaimana cara menghilangkan mayat tersebut. Atas kasus tersebut, DT diduga mengetahui pembunuhan tersebut. Namun, tidak mau melaporkannya kepada pihak kepolisian.(vir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY