Harga Makanan dan Minuman

Rupiah Tembus 15.000, Gapmmi Naikkan Harga Jual

Sabtu,26 September 2015 | 09:44:14 WIB
Rupiah Tembus 15.000, Gapmmi Naikkan Harga Jual
Ket Foto : Foto :ilustrasi (int)

JAKARTA- Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengatakan ada kemungkinan industri makanan dan minuman akan menaikkan harga jual produk jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp15.000.

"Saya kira 15.000 ini sudah maksimal, jangan lebih dari itu," kata Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman usai dialog investasi dengan tema "Dampak Deregulasi terhadap Investasi", Gedung Suhartoyo, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Jumat (25/9/2015).

Ia mengatakan kenaikan harga tergantung kebijakan dari masing-masing perusahaan. "Ya (menaikkan harga kalau mencapai Rp 15.000). Tentunya tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan ya," tuturnya.

Ia mengatakan nilai tukar rupiah Rp 15.000 akan menjadi pukulan berat bagi perusahaan terutama yang melakukan impor bahan baku dalam jumlah yang besar.

"Kita melihat bahwa ini sekarang masing-masing perusahaan menstimulasi tahan sampai berapa perkiraan saya Rp 15.000 sudah maksimum, harus di bawah itu ya, mudah-mudahan nanti tahun depan," tuturnya.

Ia mengatakan industri akan meninjau ulang harga produk makanan dan minuman dengan deregulasi paket-paket kebijakan pemerintah deregulasi.

Ia berharap deregulasi dapat memberikan stimulus positif bagi industri dan daya beli meningkat.

Ia mengatakan bahan baku seperti gula saat ini telah diimpor 100% untuk industri, terigu diimpor 100 persen untuk industri, susu 70 persen dari impor serta konsentrat buah dan sayur sekitar 70-an persen berasal dari impor. "Tentunya sebagian besar masih bergantung keperluan impor ini ya.

Nah, masing-masing sekarang pandai harus menyelamatkan industrinya, menyelamatkan produksinya yang paling penting adalah kita bisa aman sampai akhir tahun ini," katanya.

Ia mengatakan perkiraan kenaikan harga jual produk makanan itu sekitar 5-10%. Angka itu merupakan besaran yang maksimal untuk kenaikan harga. "Kalau lebih dari itu akan memukul penjualan dan sebagainya apalagi dengan kondisi ekonomi yang jelek ini sangat berat sekali buat kita," ujarnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi ini bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp 14.695 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.680 per dolar AS.


Sumber : Antara

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY