Plt Gubri akan Audit Perusahaan Perkebunan dan Kehutanan di Riau

Rabu,14 Oktober 2015 | 18:09:42 WIB
Plt Gubri akan Audit Perusahaan Perkebunan dan Kehutanan di Riau
Ket Foto : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman

PEKANBARU (jurnalmetronews.com)- Berdasarkan peraturan Gubernur Nomor 5 tahun 2015 tentang pelaksanaan rencana aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Pelakksana Tugas Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman akan mengumpulkan pimpinan perusahaan sektor perkebunan dan Kehutanan, Senin (19/10/2015).

Kegiatan ini diselenggarakan untuk membahas pelaksanaan rencana aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Pelaksanaan rencana aksi ini merupakan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dan kwajiban seluruh element masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

"Hari senin kita akan kumpulkan perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk menindak lanjuti audit kepatuhan,'' kata Plt Gubri, Arsyadjuliandi Rachman saat diwawancarai, setelah membuka acara Bakti Sosial Kesehatan dan Pengobatan Gratis di Kantor Lurah Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (14/10/2015).

Dalam rencana aksi yang tertera dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2015, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah melakukan rencana aksi pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan pemegang konsesi yang berada di kawasan gambut dalam, dan memastikan melaksanakan tata kelola air (water management) untuk memastikan gambut tetap basah dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Perusahaan  harus patuh menjalankan kewajiban dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan, dan akan dilaksanakan penegakan hukum adminstrasi apabila tidak melaksanakan rekomendasi hasil audit.

''Menurut data dari BMKG, Provinsi Riau terletak pada garis khatulistiwa (Equator), musim panas tahun 2016 diperkirakan akan datang pada bulan Maret atau April. Kita tetap melaksanakan pencegahan tidak boleh berhenti termasuk di dalam APBD dan kabupaten/kota saat ini sudah mencerminkan komitmen daerah untuk pencegahan," ungkap Plt Gubri.

Sebelumnya di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Selasa (13/10/2015) melihat kondisi udara belum stabil hingga beberapa waktu ke depan serta kabut asap masih menyelimuti Provinsi Riau, Plt Gubernur Riau memperpanjang status darurat pencemaran udara di Riau.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau jumlah ISPA mulai 29 Juni hingga 12 Oktober 2015 di kabupaten/kota sebanyak 70.918 kasus, dan sampai saat ini pemerintah daerah masih terus memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis di Rumah sakit, Puskesmas 24 jam dan posko-posko yang tersebar di kabupaten/kota di Riau.(rls/war)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY