Pelaku Terus Diburu

Polisi Sita Mobil Penabrak Kopral Dadi

Selasa,27 Oktober 2015 | 19:19:45 WIB
Polisi Sita Mobil Penabrak Kopral Dadi
Ket Foto : Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Polresta Pekanbaru masih terus mengejar pelaku dari penganiayaan yang mengakibatkan seorang Kostrad TNI, Kopral Dua (Kopda) Dadi Santoso, meninggal dunia, Senin (26/10/2015) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari lalu.

Kopral Dadi meninggal dunia akibat dari penganiayaan yang dilakukan sekelompok preman di Purna MTQ Riau, Jalan Sudirman. Para pelaku menabrak Kopral Dadi karena merasa tidak senang Kopral Dadi menegur mereka.

Hal ini seperti yang disampaikan Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Suugeng Putut Wicaksono. "Polres bekerjasama dengan TNI telah menggerebek salah satu rumah pelaku IW. Di sana kita tak bertemu dengan pelaku, namun kita bertemu dengan saudara kembarnya," ungkap Putut, Selasa (27/10).

Selain itu,  dari hasil penggerebekan yang dilakuan di salah satu rumah pelaku tersebut, Satrekskrim bersama dengan TNI menyita satu unit mobil kijang yang diduga mobil tersebut digunakan pelaku saat menabrak Kopral Dadi. "Dari rumah pelaku kita mengamankan mobil tersebut, anggota telah mengambil barang bukti yang tertinggal tetapi hasilnya belum diketahui," katanya.

Dari hasil penyelidikan, Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan salah satu pelaku yang terlibat dalam penganiayaan tersebut. "Memang ada yang diamankan dan ada sekitar tujuh saksi yang diperiksa. Dari 7 orang saksi ada dua orang saksi yang menguatkan dengan arti mengetahui kejadian itu. Dari sanalah kita dapat mengamankan mobil tersebut dari salah satu rumah," jelas Putut.

Menurut Putut, pelaku utamanya yang mengendarai mobil yang masih dikejar sampai saat ini. Di dalam mobil itu, ada beberapa orang dan salah satunya yang diamankan. "Untuk para pelaku agar menyerahkan diri saja, karena polisi sudah mengantongi identitas pelaku. Kalau mereka menyerahkan diri, proses hukum akan lebih mudah dan di pengadilan hukumannya akan diringakan karena pelaku kooperatif. Apabila pelaku melarikan diri akan lebih berat hukumannya di pengadilan nanti," imbau Putut.(vir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY