Ditangkap di Bandara SSK II

Pria Asal Aceh Simpan Sabu-sabu di Anus

Kamis,26 November 2015 | 18:39:23 WIB
Pria Asal Aceh Simpan Sabu-sabu di Anus
Ket Foto : KPPBC Kota Pekanbaru menggelar ekspos penangkapan pria asal Aceh berinisial RH di Bandara SSK II Kota Pekanbaru, Rabu (25/11/2015).

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Pekanbaru, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang larangan berupa narkotika jenis Methamphetamine dengan tersangka seorang pria asal Aceh berinisial RH (25) yang ditangkap saat di Bandara Sulthan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Rabu (25/11/2015).

"Modus dari pelaku adalah dengan cara menyembunyikan narkotika tersebut di dalam anus (back door)," ungkap Kepala Kantor Bea dan Cukai, Abdul Haris, Kamis (26/11/2015).

Haris menceritakan kronologis penindakan dari penggagalan narkotika seberat 152 gram ini, berawal dari hasil analisa intelijen dan profiling terhadap penumpang pesawat Air Asia AK-433 rute Kuala Lumpur tujuan Pekanbaru yang mendarat sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai mencurigai seorang laki-laki yang diduga membawa barang larangan berupa narkotika.

Atas kecurigaan tersebut petugas KPPBC melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap penumpang tersebut yang kemudian diketahui berinisial RH. Dari hasil pemeriksaan rontgent di RS Awal Bros, ditemukan di tubuhnya 4 buah benda asing.

Selanjutnya, KPPBC membawa tersangka ke kantor untuk mengeluarkan benda yang mencurigakan tersebut. Ketika dikeluaran melalui anus ternyata terdapat 4 kapsul dengan berat total sekitar 152 gram kristal bening. Estimasi total nilai barang Rp340.000.000. "Upaya penggagalan ini merupakan bentuk fungsi DJBC sebagai community protector untuk melindungi generasi muda bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkotik," ujarnya.

Dengan asumsi 1 gram dikonsumsi oleh 5 orang maka dengan penggagalan penyelundupan 152 gram Methamphetamine (sabu-sabu) sekitar 760 orang dapat diselamatkan dari bahaya narkotika. "Ancaman sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp10 Milyar," pungkas Haris.

Tindak lanjut yang dilakukan oleh KPPBC adalah tersangka dan barang bukti diserahkan kepada penyidik Satnarkoba Polresta Pekanbaru untuk pengembangan lebih lanjut. (vir)
 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY