Advetorial

Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas Pemprov Riau

Senin,07 Desember 2015 | 09:10:32 WIB
Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas Pemprov Riau
Ket Foto : Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman didampingi Bupati Inhil, HM Wardan meninjau pekerjaan pembangunan ruas jalan Sungai Luar Sungai Empat, belum lama ini.

Pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah. Hal itu dibuktikan dengan APBD Riau yang sebagian besarnya memang dialokasikan ke program-program pembangunan tersebut, baik pembangunan jalan dan sarana publik yang lainnya.

Infrastruktur seperti jalan termasuk salah satu prasarana penting dalam menunjang terciptanya kelancaran usaha, pembangunan, dan segala bentuk aktivitas lainnya. Oleh karena itu akses yang dapat menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya secara otomatis diperlukan. Kondisi jalan yang buruk, rusak, atau sulit ditempuh adalah kondisi yang selalu dikeluhkan masyarakat untuk mencapai keberhasilan di berbagai bidang.

Ketergantungan segala bentuk aktivitas terhadap akses jalan ini menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Provinsi Riau dari masa ke masa. Dalam sebuah kesempatan, Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri), Arsyadjuliandi Rachman mengatakan pentingnya akses jalan untuk mendukung pengembangan potensi daerah. Usaha yang dilakukan masyarakat dalam memperbaiki kondisi ekonomi, sangat bergantung kepada akses jalan yang memadai.

Ditegaskan pula Plt Gubri, di era persaingan ekonomi yang semakin terbuka di masa yang akan datang, Pemerintah Provinsi Riau memiliki kebijakan untuk menciptakan kelancaran bagi masyarakat. Selain terus fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian penting Pemerintah Provinsi Riau. Pemprov Riau dalam menghadapi persaingan yang akan datang, tentu akan terus fokus membangun infrastruktur jalan.

Hingga lima tahun ke depan akan banyak pembangunan jalan di kabupaten/kota di Riau yang diharapkan mampu merangsang pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Riau (Sekdaprov) Riau, M Yafiz mengatakan, sesuai dengan visi misi Plt Gubri, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas. Menurut Yafiz, infrastruktur yang akan menjadi
prioritas tersebut di antaranya seperti jalan dan jembatan. Hal ini menjadi perhatian, lantaran dua persoalan itu masih butuh perhatian lebih. "Saya belum bisa paparkan apa-apa saja. Tapi yang jelas infrastruktur memang akan jadi prioritas," ungkap Yafiz.

Begitu juga untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dan perekonomian di Provinsi Riau, Plt Gubernur Riau menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo  bersama para Gubernur dan Bupati/Walikota membahas program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 35.000 MW di Hotel Pullman Kota Surabaya.

Arsyadjuliandi Rachman yang akrab dipanggil Andi ini melaporkan di hadapan Menteri Dalam Negeri dan Menteri ESDM terkait dengan progress program 35.000 MW listrik, bahkan 3 bulan ke depan akan diuji coba. Termasuk kendala RTRW yang masih menganjal pembangunan di Provinsi Riau.

Lebih lanjut Plt Gubri ini melaporkan calon investor di Riau mengantri untuk masuk, akan tetapi terkendala dengan RTRW Riau yang belum tuntas sampai hari ini. Plt Gubernur Riau melakukan penandatangan dukungan terhadap program percepatan Ketenagalistrikan 35.000 MW di Provinsi Riau dihadapan Menteri Dalam Negeri dan Menteri ESDM.(adv)


Plt Gubri menandatangani dukungan terhadap program percepatan Ketenagalistrikan 35.000 MW di Provinsi Riau dihadapan Menteri Dalam Negeri dan Menteri ESDM, belum lama ini.

 

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Segera Terwujud

Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang sempat terkendala bertahun-tahun, kembali mendapat sinyal positif dari Pemerintah Pusat, bahkan Pemerintah Pusat menggaransi proses pengembangan infrastruktur itu dimulai tahun 2016.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah menunjuk PT Hutama Karya sebagai pelaksana pembangunan Jalan Tol di Sumatera. Komitmen itu tertuang pada Perpres 100/2014. Nantinya, Tol Pekanbaru-Dumai termasuk dari empat ruas yang meliputi Lampung-Bakauheni, Pekanbaru-Dumai, Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya.Khusus ruas Pekanbaru-Dumai, rencananya dibangun pada 2016 yang terdiri dari enam seksi sepanjang 129 kilometer.

GM Jalan Tol Hutama Karya Rizal Sucipto membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, pengerjaan baru bisa dilaksanakan apabila pembebasan lahan tuntas. Di mana akses lanjutan juga sudah dibebaskan, atau dari seksi satu ke seksi selanjutnya sudah disiapkan pembebasan lahannya.

Sementara saat ini, Provinsi Riau masih terkendala dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) yang belum tuntas. Untuk itu persoalan RTRW ini harus digesa agara pembebasan laha berjalan dengan mulus. "Kita mendukung itu, jadwal Riau pada awal 2016 insya Allah terlaksana. Untuk memulai yang sudah dibebaskan, tentu perlu akses lanjutan. Kita gesa bersama-sama," paparnya.

Sementara Pemerintah Provinsi Riau mengaku sudah menuntaskan proses pembebasan lahan untuk 7,6 km dari jalur tol Pekanbaru-Dumai melalui anggaran dari pusat.

Terkait enam seksi ruas tol Pekanbaru-Dumai tersebut, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau M Yafiz memperlihatkan sebuah gambar berupa desain.

Di situ disebutkan untuk seksi pertama dari Pekanbaru ke Minas sepanjang 9 km. Hanya saja, kelanjutan proses tersebut masih terkenda faktor teknis. "Kita masih temukan kendala. Tapi solusinya benar-benar penuntasan RTRW Riau, sehingga pembebasan lahan untuk jalur bisa dimulai hingga menyiapkan akses lanjutan dari trase yang ada," urai Mantan Staf Ahli Gubernur Riau itu.(adv)

Plt Gubri menandatangani MoU percepatan pembangunan Kereta Api di Kemenhub RI

 

Percepatan Kereta Api Trans Sumatera

Pembangunan di Provinsi Riau semakin pesat dengan akan dibangunnya kereta api Trans Sumatera. Pemerintah Provinsi Riau terus menggesa pembentukan tim percepatan pembangunan jaringan kereta api trans Sumatera, pasca penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) 5 Gubernur se-Sumatera beberapa waktu lalu di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Tim percepatan ini nanti bertugas memfasilitasi proses pembebasan lahan yang bakal menjadi jalur kereta api, karena itu, dalam tim ini nanti akan melibatkan beberapa instansi terkait dari Pemerintah Kabupaten dan Kota di Riau. Untuk biaya pembebasan lahan akan ditanggung sepenuhnya dari APBN melalui Kementerian Perhubungan.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Menhub Ignatius Jonan bersamaLima Gubernur Sumatera termasuk Gubernur Riau telah menandatangani MoU pembangunan kereta api trans sumatera.

Untuk Riau, jalur kereta api ini akan melintasi sejumlah Kabupaten Kota seperti Kampar, Pekanbaru, Siak, Dumai, Inhil, Rohil, Kuansing hingga terkoneksi dengan provinsi tetangga seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat. (adv)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY