Advertorial

Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan di Riau

Minggu,13 Desember 2015 | 22:24:17 WIB
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan di Riau
Ket Foto : Plt Gubri, Arsyadjuliandi Rachman saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2015 di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau.

Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara  Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H Undang-undang Dasar   Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pembangunan ekonomi nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang   Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diselenggarakan berdasarkan   prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Begitu juga dengan semangat otonomi daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah membawa perubahan hubungan dan kewenangan antara Pemerintah dan pemerintah daerah, termasuk di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam peringatan hari lingkungan hidup se-dunia di Provinsi Riau, baru-baru ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Ir Siti Nurbaya, M.Sc dalam surat sambutan yang dibacakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubri, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, peringatan hari lingkungan hidup se-Dunia, sebagai bentuk menegakkan komitmen dan pengelolaan perlindungan terhadap lingkungan hidup seperti yang disepakati negara-negara di dunia pada tahun 1972 yang disahkan oleh PBB.

Dengan adanya peringatan ini agar dapat mengeksplorasi lebih berarti lagi, terutama dengan mengajak dan melibatkan secara aktif masyarakat serta spontanitas, kreativitas dan modal sosial yang kita miliki di daerah-daerah, sebagai bangsa dalam menjaga sumber kekayaan alam.

Tentunya hal ini merupakan salah satu unsur penting dalam membangun dan menjaga ketahanan nasional. Selain itu, agenda ini juga menyuguhkan penghargaan terhadap masyarakat maupun instansi yang mampu menjaga dan merawat lingkungan sekitar mereka.

Penghargaan diberikan atas tiga kategori diantaranya Adiwiyata, Setia Lestari Bumi dan Status Lingkungan Hidup Daerah. Penghargaan Adiwiyata diharapkan misalnya terhadap sekolah-sekolah dapat menjaga lingkungan hidup, melakukan penghijauan, pemanfaatan sampah-sampah disekitar sekolah. Penghargaan Setia Lestari Bumi diharapkan terhadap masyarakat agar menjaga lingkungan dan Penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah adalah penghargaan terhadap daerah-daerah yang melaporkan tercepat kondisi wilayah mereka kepada pemerintah Provinsi Riau.

Meskipun indonesia merupakan negara yang kehilangan hutan paling tinggi di dunia dan memecah rekor paling lama mengalami bencana kabut asap, dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia ini bisa membuka mata dan hati dalam menjaga agar ekosistem tidak rusak dan punah akibat ulah manusia untuk keuntungan pribadi.

Sebagai bentuk komitmen Pemprov Riau dalam pelestarian dan perlindungan lingkungan hidup serta mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Riau, Pemprov Riau dan DPRD Riau mengambil pelajaran berharga terhadap kejadian musibah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2015.  

Di tahun 2016 tidak terjadi lagi atau paling tidak bisa diminimalisir agar kejadian tidak terjadi dalam waktu panjang. Untuk itu diaggaran tahun 2016 dianggarkan dana secara khusus untuk pencegahan, penanganan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan sebesar Rp 123,448 miliar.  

Hal ini disampaikan oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman dalam penyampaian notakeuangan 2016 ke DPRD Riau. "Angaaran dalam pencegahan, penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dilakukan dalam Biaya Langsung yang berada pada SKPD maupun dalam bentukbantuan keuangan yang diberikan pada Kabupaten/Kota se Provinsi Riau," jelasnya. (adv)
 

Plt Gubri, Arsyadjuliandi Rachman menanam pohon untuk penghijauan di Grand Gasing Milenium Kampus Universitas Riau, belum lama ini.

 

Plt Gubri Ajak Masyarakat Tanam Pohon Demi Kelestarian Alam

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengajak masyarakat agar menanam pohon serta menjaganya demi kelestarian alam dan lingkungan.

Hal itu disampaikannya disela-sela penanaman pohon yang dilaksanakan di Grand Gasing Milenium, Kampus Universitas Riau, Kamis (15/10/15).

Kegiatan itu dilaksanakan bersempena dengan milad ke-53 UR dan peringatan HUT TNI ke-70. Pada kesempatan ini, Plt Gubri melaksanakan penanaman seribu pohon mendukung kearifan budaya lokal Melayu Riau di halaman Grand Gasing kampus Universitas Riau, bersama Rektor UR, dan tamu undangan lainya.

Jenis tanaman lokal yang ditanam yaitu jenis tanaman pohon Kruing,  yang biasa digunakan untuk pembuatan jalur yang biasa dipakai masyarakat Kuantan Singingi untuk even wisata budaya pacu jalur. Plt Gubri, sangat memberikan apresiasi kegiatan ini, karena mampu menjaga lingkungan yang ramah dari polusi dan kenyamanan. Diharapkan, UR mampu menjadi green kampus (kampus hijau) terbaik di Sumatera. Setelah melakukan penanaman pohon,  Plt Gubri melanjutkan acara pembukaan diskusi panel yang membahas Pelestarian keaneka ragaman hayati Riau. (adv)
 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY