KPU Rohil Didesak Tunda Pleno

Tim Advokasi Mantap Temukan Dugaan Kecurangan Pilkada

Rabu,16 Desember 2015 | 14:42:52 WIB
Tim Advokasi Mantap Temukan Dugaan Kecurangan Pilkada
Ket Foto : Foto :ilustrasi (int)

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hilir diminta agar menunda jadwal pleno rekapitulasi suara hingga ada kepastian hukum terkait laporan dugaan kecurangan pemilihan kepala daerah (Pemilukada) dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Hal itu disampaikan Tim Advokasi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Herman Sani-Taem (Mantap), Parulian Sitanggang SH kepada jurnalmetronews.com, Rabu (16/12/2015).

"Tunda dulu pleno rekapitulasi suara hingga ada kepastian dari Panwas. Apabila tak sesuai dengan permohonan, maka kami dari Tim Mantap akan melakukan aksi demo di KPU Rohil, Panwas, KPU Riau dan di Jakarta," ucap Parulian Sitanggang SH.

Tim Mantap menduga telah terjadi pelanggaran terhadap pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Rohil tahun 2015. Dimana, pelanggaran yang terjadi, yakni ada tempat pemungutan suara (TPS) Kabupaten Rokan Hilir yang didirikan di wilayah hukum Kota Dumai.  Padahal, masyarakat yang memilih tidak ada. Masyarakat yang menggunakan hak suara untuk pemilukada Rohil di perbatasan Rohil-Dumai, menurut Parulian, diduga masyarakat Dumai.

"Kami identifikasi TPS siluman termasuk dalam pelanggaran pemilukada. Kami minta hal itu ditindaklanjuti sesuai dengan hukum," ucap Parulian.

Selain itu, menurut Tim Advokasi Mantap, pasangan calon petahana diduga memanfaatkan program Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membagi-bagikan beras miskin gratis kepada pemilih. Beras raskin yang selama ini dibayar oleh masyarakat, akan tetapi pada bulan November hingga Desember 2015 dibagi-bagikan gratis. Program itu sudah dialokasikan dalam APBD Rohil tahun 2015 sebesar Rp500 juta. "Terhadap pelanggaran ini, kami telah melaporkannya ke panwas," ucapnya. (war)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY