Pemprov Riau Ancam Pidanakan Pt Waskita Karya

Kamis,04 Desember 2014 | 18:22:51 WIB
Pemprov Riau Ancam Pidanakan Pt Waskita Karya
Ket Foto :
PEKANBARU, HALUAN — Pemerintah Provin­si ­Riau, mengancam akan mengambil lang­kah tegas dan siap mempidanakan kontraktor PT Waskita Karya, jika tidak menuntaskan kewaji­bannya dalam menyelesaikan perbaikan ge­dung Bank Riau Kepri (BRK) hingga akhir 2014 nanti.
 
Langkah tersebut dilaku­kan karena sesuai dengan keputusan dari badan arbi­trase, kedua belah pihak berkewajiban menyelesaikan apa yang telah diputuskan dari hasil sidang Bani. Pihak BRK telah menyelesaikan kewajiban dengan membayar­kan 95 persen dari sisa hutang yang dimiliki.
 
Namun dari pihak PT Waskita Karya, sudah berbu­lan-bulan belum juga menye­lesaikan kewajiban mereka, sesuai dengan permintaan dari pihak BRK. Karena dalam pengerjaan pemba­ngunan gedung tersebut tidak sesuai dengan bestek.
 
“Kita akan mengambil langkah hukum, jika hingga akhir tahun ini tidak dise­lesaikan pengerjaan pemba­ngunan gedung BRK. Lang­sung ke pidana, tidak lagi perdata, mereka sudah melakukan kesalahan dalam hal pembangunan gedung tersebut, yang tidak sesuai bestek,” tegas Sekdaprov Riau, Zaini Ismail di ruang kerjanya, Selasa (2/11).
 
Zaini mengatakan, sebagai salah satu perusahaan nasional, seharusnya PT Waskita Karya tidak melaku­kan kesalahan fatal, seperti yang terjadi di gedung BRK tersebut. Zaini mencontohkan salah satu kesalahan besar­nya adalah, pengerjaan AC, seharusnya mesin AC berada di luar.
 
Namun pihak pekerja memasang mesin AC di bawah, tepatnya di base­ment. Akibatnya ruangan yang ada di basement tersebut menjadi pengap dan panas, dan bisa memba­hayakan.
 
“Seharusnya mereka kan tau bagaimana SOP untuk membangun sebuah gedung, kenapa hal seperti itu bisa terjadi. Untuk itu kontrak­tor harus menyelesaikan cepat apa yang menjadi kewajiban mereka,” tegas Zaini.
 
Selain akan melaporkan pihak kontraktor ke ranah hukum, Pemprov Riau juga mengancam akan mem-blacklist PT Waskita Karya, untuk tidak mengerjakan proyek yang ada di Riau, karena sudah dinilai mela­kukan kesalahan dan meru­gikan Riau. “Kita juga akan mem-blacklist perusahaan nasional itu, kalau memang tidak bisa menyelesaikan peker­jaan yang telah di perintah­kan,” tutupnya.
 
Sebagaimana diketahui sebelumnya, sengketa antara pihak PT BRK dengan PT Waskita, telah diselesaikan melalui proses di basan arbitrase. Dari hasil sidang Bani, telah menetapkan pihak PT BRK membayar­kan sisa hutang sebanyak Rp214 miliar. Dan PT Waskita berkewajiban me­nye­lesaikan pekerjaan yang terbengkalai.
 
Namun pihak Waskita sampai saat ini belum menyelesaikan tugasnya. Sedangkan pihak BRK telah membayarkan 95 persen dari sisa hutang yang telah ditetapkan.(hr)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY