Melarikan Diri dan Melawan, Bandar 7.850 Pil Ekstasi Ditembak Polisi

Rabu,27 Januari 2016 | 14:44:46 WIB
Melarikan Diri dan Melawan, Bandar 7.850 Pil Ekstasi Ditembak Polisi
Ket Foto : Polisi berhasil menangkap tersangka IZ bandar besar narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 7.850 butir, Selasa (26/1/2016) sekitar pukul 02.30 WIB.

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau berhasil mengamankan 7.850 butir ekstasi berbagai logo dari seorang bandar besar berinisial IZ pada Selasa (26/1/2016) sekitar pukul 02.30 WIB.

IZ pertama kali diringkus saat berada di sebuah perumahan Decalaista Jalan Gunung Jati, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya. "Dir Res Narkoba berhasil meringkus seorang bandar besar yang dipimpin langsung oleh Kasubdit 2 Reserse Narkoba Polda Riau," ujar Direktor Reserse Narkoba, Kombes Pol Hermansyah yang didampingi oleh Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo pada Rabu (27/1/2016) siang.

Pada saat diringkus IZ di sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri ke atas atap rumah warga. Saat itu, ia memegang benda dan mengancam petugas. Oleh sebab itu, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. "Dia dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas saat itu," jelas Hermansyah.

Setelah IZ berhasil dilumpuhkan, petugas kemudian menggeledah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kedua yang juga merupakan rumahnya. "Di sana kita menemukan alat-alat laboratorium. Diduga tersangka akan melakukan percobaan pembuatan ekstasi tersebut di sana," ucapnya.

Selanjutnya, petugas memeriksa TKP ketiga di daerah Sungai Batak yang merupakan rumah keluarganya. "Dari ketiga TKP yang digeledah kita berhasil mengamankan sekitar 7.850 butir ekstasi dengan berbagai merk," katanya.

Menurut pengakuan tersangka barang tersebut berjumlah 8.000 butir akan tetapi setelah dihitung jumlahnya hanya 7.850 butir. Dari 8.000 tersebut, ia mendapatkan upah sebanyak 1.000 butir. Selain itu, anggota juga mengamankan barang bukti berupa kaca pires, alat pres, buku tabungan, paspor, timbangan dan berbagai alat komunikas handphone serta brangkas yang ditemukan di TKP ketiga.

"Di dalam brangkas itu, ia menyimpan ekstasi dan membungkusnya. Setelah itu bru dikirim dengan menggunakan paket. Seolah-olah barang tersebut merupakan pengiriman barang," sebut Hermansyah.

Setelah dilakukan penyidikan terhadap tersangka, dia mengaku kalau barang tersebut didapatkannya dari TN warga asal Malaysia tepatnya di Malaka. Barang tersebut rencanya akan diberikan kepada seseorang yang belum diketahui di Pekanbaru ini. IZ ini merupakan buronan dan residivis dengan kasus yang sama. Ia pernah ditahan pada 11 Mei 2014 lalu di Polda Riau. Pada saat itu ia berhasil kabur dengan cara berpura-pura sakit dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau. Ketika di sana, ia melarikan diri dan dijadikan buronan. "Pasal disangkakan terhadap tersangka adalah Pasal 113, 114 juncto 112 Undang-Undang Nomor 35 dengan ancaman penjara seumur hidup," pungkas Hermansyah.

Adapun jenis pil ekstasi tersebut adalah warna hijau kebiru-biruan logo S sebanyak 400 butir dengan berat 125,2 gram, pil ekstasi warna biru muda logo XO sebanyak 3.950 butir dengan berat 1161,7 gram, pil ekstasi warna biru muda logo S sebanyak 3500 butir dengan berat 1027,4 gram.(vir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY