Bandar Besar Sabu-sabu di Kp Dalam Ditangkap Polisi

Dibaca: 608 kali  Senin,15 Februari 2016 | 20:38:43 WIB
Bandar Besar Sabu-sabu di Kp Dalam Ditangkap Polisi
Ket Foto : Bandar besar narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi berinisial Zf (34) warga Kampung Dalam berhasil ditangkap polisi.

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Seorang bandar besar narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi yang bermukim di Kampung Dalam berinisial ZF (34) berhasil diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru diparkiran hotel berbintang, Jalan Sudirman, Pekanbaru, pada Minggu (14/2/2016) sekitar pukul 22.00 WIB.

"Tersangka merupakan Target Operasi (TO) dan sebelumnya, kita telah melakukan penyelidikan terhadap tersangka selama satu minggu. Mulai dari keberangkatannya ke Medan hingga di hotel," ungkap Kasat Res Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza, pada Senin (15/2/2016) siang.

Pada saat dilakukan penangkapan terhadapnya di parkiran hotel, tim Opsnal menuju ke kamar 507 yang telah dipesannya untuk dilakukan penggeledahan. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan di kamar tersebut barang bukti berupa sepuluh paket yang terdiri dari satu paket besar seberat 50 gram seharga Rp45 juta, tujuh paket besar masing-masing 25 gram seharga Rp25 juta per paket, dua paket kecil seberat 2,5 gram seharga Rp3 juta per paket.

"Selain itu, kita juga menemukan satu pucuk senjata api jenis airsoftgun, 23 butir pil ekstasi dengan merk butterfly warna hijau dan 13 butir merk LC warna coklat, satu unit timbangan digital, alat hisap sabu (bong) dan beberapa buku tabungan," kata Iwan.

Pria yang juga merupakan residivis dengan kasus yang sama sebanyak tiga kali ini mengaku kalau barang tersebut didapatnya dari MI seorang warga Aceh yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

"Mereka ini menggunakan sistem kepercayaan saja, dia sudah tiga kali ke Medan dan barang itu diedarkannya di Pekanbaru dan juga di Pelalawan. Dalam satu bulan dia bisa mengedarkan sebanyak 1/4 kilogram, diduga Kampung Dalam sebagai tempat transaksinya," jelasnya. "Tersangka akan disangkakan dengan pasal 112 juncto 114 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman lima tahun sampai duapuluh tahun penjara," pungkas Iwan. (vir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY