Proyek Pasar Modern Sorek akan Dilaporkan ke Kejagung

Senin,28 Maret 2016 | 17:46:36 WIB
Proyek Pasar Modern Sorek akan Dilaporkan ke Kejagung
Ket Foto :

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Pembangunan lanjutan gedung Pasar Modern Sorek akan dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi, Kolusi, Kriminal Ekonomi Republik Indonesia ke Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.

Hal itu itu disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Pembawa Suara Pemberantas, Korupsi, Kolusi, Kriminal Ekonomi (LSM IPSPK3) Republik Indonesia, Ir Ganda Mora kepada jurnalmetronews.com, Senin (28/3/2016). "Kami sudah persiapkan laporan ke Kejagung, terkait dengan pembangunan lanjutan Pasar Modern Sorek," kata Ganda.

Sesuai dengan investigasi LSM IPSPK3 RI, pembangunan gedung Pasar Modern Sorek senilai Rp28.347.322.000 sampai saat ini belum selesai. Padahal proyek tersebut dilaksanakan dengan anggaran tahun jamak 2013 hingga 2015, seharusnya berakhir bulan Desember 2015.

Sesuai dengan peraturan presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, diberikan 50 hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan untuk menyelesaikan pekerjaan. "Bila dihitung sejak Desember 2015, maka pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung Pasar Modern tersebut sudah melebihi tenggang waktu yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan," ucap Ganda.

Oleh karena itu, sesuai dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015, seharusnya pekerjaan diputus kontrak dan perusahaan diblack list. Selain itu, kontraktor pelaksana yaitu, PT Nindya Karya yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikenakan denda.  Di waktu terpisah, Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK) , Dinas Pekerjaan Umum Pelalawan, Thomas mengatakan, pekerjaan gedung Pasar Modern Sorek berakhir pada Mei 2016. Sesuai dengan aturan, apabila sesuai batas waktu yang ditentukan pekerjaan belum selesai, maka pelaksanaan pekerjaan dapat diperpanjang selama 50 hari. "Masih bisa diperpanjang selama lima puluh hari dengan syarat kontraktor bersedia dikenakan denda keterlambatan. Kalau tak selesai juga setelah perpanjangan waktu tersebut baru diblack list," kata Thomas.

Saat ini, bobot fisik pekerjaan gedung Pasar Modern Sorek sudah mencapai 90 persen. Hanya ada beberapa pekerjaan lagi  yang belum selesai, seperti pemasangan escalator. "Kalau belum terpasang, kami tak berani menghitung bobotnya," kata Thomas. (war)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY