Tak Gentar Dilapor ke Kejagung, PPTK Pasar Modern Sorek : Biarkan Saja

Rabu,30 Maret 2016 | 12:27:31 WIB
Tak Gentar Dilapor ke Kejagung, PPTK Pasar Modern Sorek : Biarkan Saja
Ket Foto : Pembangunan Pasar Modern Sorek

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pasar Modern Sorek, Thomas tak gentar dilaporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.  

"Biarkan saja," kata Thomas saat dikonfirmasi menanggapi laporan yang akan disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi, Kolusi, Kriminal Ekonomi (LSM IPSPK3) Republik Indonesia ke Kejagung RI, Rabu (30/3/2016).

Sebelumnya Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Pembawa Suara Pemberantas, Korupsi, Kolusi, Kriminal Ekonomi (LSM IPSPK3) Republik Indonesia, Ir Ganda Mora menyatakan, sudah mempersiapkan laporan ke Kejagung, terkait dengan pembangunan lanjutan Pasar Modern Sorek.

Sesuai dengan investigasi LSM IPSPK3 RI, pembangunan gedung Pasar Modern Sorek senilai Rp28.347.322.000 sampai saat ini belum selesai. Padahal proyek tersebut dilaksanakan dengan anggaran tahun jamak 2013 hingga 2015, seharusnya berakhir bulan Desember 2015. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, diberikan 50 hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan untuk menyelesaikan pekerjaan. "Bila dihitung sejak Desember 2015, maka pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung Pasar Modern tersebut sudah melebihi tenggang waktu yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan," ucap Ganda.

Oleh karena itu, sesuai dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015, seharusnya pekerjaan diputus kontrak dan perusahaan diblack list. Selain itu, kontraktor pelaksana yaitu, PT Nindya Karya yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikenakan denda.  

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK), Dinas Pekerjaan Umum Pelalawan, Thomas mengatakan, pekerjaan gedung Pasar Modern Sorek berakhir pada Mei 2016. Sesuai dengan aturan, apabila sesuai batas waktu yang ditentukan pekerjaan belum selesai, maka pelaksanaan pekerjaan dapat diperpanjang selama 50 hari. "Masih bisa diperpanjang selama lima puluh hari dengan syarat kontraktor bersedia dikenakan denda keterlambatan. Kalau tak selesai juga setelah perpanjangan waktu tersebut baru diblack list," kata Thomas. Saat ini, bobot fisik pekerjaan gedung Pasar Modern Sorek sudah mencapai 90 persen. Hanya ada beberapa pekerjaan lagi  yang belum selesai, seperti pemasangan escalator. "Kalau belum terpasang, kami tak berani menghitung bobotnya," kata Thomas. (war)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY