Polda Gagalkan Penyeludupan 2.000 Karung Beras dan Gula Ilegal

Senin,11 April 2016 | 19:56:32 WIB
Polda Gagalkan Penyeludupan 2.000 Karung Beras dan Gula Ilegal
Ket Foto : Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto menjumpai lima tersangka Ditpolair Polda Riau, Senin (11/4/2016).

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Upaya penyelundupan 2.000 karung beras dan gula ilegal dari Malaysia senilai miliaran rupiah, berhasil digagalkan Ditpolair Polda Riau.

Pada saat penangkapan, kapal motor tersebut berada pada titik koordinat 0°20'46.4208" U  103°36'28.9728" T. Ketika dilakukan pemeriksaan, lima orang tersangka berinisial FY, J, R, AS dan Mz tidak dapat menunjukkan dokumen-dokumen yang sah. "Kelima orang tersangka ini, tidak dapat menunjukan dokumen-dokumen yang sah seperti izin perdagangan dan izin pelayaran," ujar Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto yang didampingi Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, pada Senin (11/4/2016) pagi.

Upaya penggagalan berawal ketika kapal tersebut melewati perairan Tanjung Jungkir, Kecamatan Kateman Inhil, pada Kamis (7/4/2016) sekitar pukul 02.30 WIB lalu. Polisi yang merasa curiga langsung memberhentikan kapal tersebut. Saat ditanyai, mereka mengaku kalau dokumen pelayaran dan perdagangan berada di tangan pengurusnya. "Dokumennya semua ada di tangan pengurus. Sekarang pengurusnya udah kabur," ungkap salahseorang tersangka.

Mereka yang mengaku baru sekali melakukan perjalanan ini, mendapatkan gaji sebesar Rp800.000 per orang, karena seringnya terjadi upaya penyelundupan didaerah perairan Riau, Kapolda Riau menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti bea dan cukai untuk saling bahu membahu melindungi perairan di wilayah hukum Riau."Untuk mengantisipasi, melihat kondisi kekuatan tidak banyak dan panjang pantai yang cukup jauh dengan kapasitas kapal hanya 15 unit, kita akan lakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk melindungi perairan kita," pungkas Brigjen Pol Supriyanto.PEKANBARU (jurnalmetronews.com) -
Upaya penyelundupan 2000 karung beras dan gula illegal dari Malaysia senilai milyaran rupiah, berhasil digagalkan oleh Ditpolair Polda Riau.

Pada saat penangkapan, kapal motor tersebut berada pada titik koordinat 0°20'46.4208" U  103°36'28.9728" T. Ketika dilakukan pemeriksaan, lima orang tersangka berinisial FY, J, R, AS dan Mz tidak dapat menunjukkan dokumen-dokumen yang sah.

"Kelima orang tersangka ini, tidak dapat menunjukan dokumen-dokumen yang sah seperti izin perdagangan dan izin pelayaran," ujar Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto yang didampingi Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, pada Senin (11/4/2016) pagi.

Upaya penggagalan berawal ketika kapal tersebut melewati perairan Tanjung Jungkir, Kecamatan Kateman Inhil, pada Kamis (7/4/2016) sekitar pukul 02.30 WIB lalu.

Polisi yang merasa curiga langsung memberhentikan kapal tersebut. Saat ditanyai, mereka mengaku kalau dokumen pelayaran dan perdagangan berada di tangan pengurusnya."Dokumennya semua ada di tangan pengurus. Sekarang pengurusnya udah kabur," ungkap salahseorang tersangka.

Mereka yang mengaku baru sekali melakukan perjalanan ini, mendapatkan gaji sebesar Rp800.000 per orang.

Karena seringnya terjadi upaya penyelundupan didaerah perairan Riau, Kapolda Riau menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti bea dan cukai untuk saling bahu membahu melindungi perairan di wilayah hukum Riau."Untuk mengantisipasi, melihat kondisi kekuatan tidak banyak dan panjang pantai yang cukup jauh dengan kapasitas kapal hanya 15 unit, kita akan lakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk melindungi perairan kita," pungkas Brigjen Pol Supriyanto.(vir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY