BEM UR Geruduk Kantor Gubri Minta Penganiaya Mahasiswa Dipecat

Dibaca: 436 kali  Kamis,14 April 2016 | 21:18:13 WIB
BEM UR Geruduk Kantor Gubri Minta Penganiaya Mahasiswa Dipecat
Ket Foto : Mahasiswa dari BEM UR melakukan aksi demonstrasi di Kantor Gubri, Kamis (14/4/2016).

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau (BEM UR) menyeruduk Kantor Gubernur Riau, Kamis (14/4/2016) sore.

Alasan dari mahasiswa yang kompak menggunakan almamater bewarna biru ini datang ke Kantor Gubri, karena ingin memperjuangkan hak rekannya yang menjadi korban kekerasan oleh sejumlah petugas keamanan dan protokoler yang berjaga pada saat itu.

Demo kali tidak seperti biasanya yang dilakukan mahasiswa lain. Biasanya apabila mahasiswa hendak melakukan demo mereka melewati pintu gerbang bagian depan yang berada di depan Jalan Jendral Sudirman.

Akan tetapi, kali ini mereka masuk melalui pintu gerbang belakang Kantor Gubri di Jalan Cut Nyak Dien. Pada saat mereka masuk, sontak semuanya terkejut karena pintu gerbang di belakang tidak ditutup. Mereka langsung menyeruduk masuk ke dalam dan berorasi. Demo semakin memanas ketika mereka memaksa masuk ke dalam ruangan Divisi Humas Pemprov Riau.

Menurut pantauan jurnalmetronews.com, kejadian itu sangat menegangkan. Antara mahasiswa dan aparat sempat terlibat cekcok dan baku hantam ketika mahasiswa memaksa masuk ke dalam kantor. Tetapi, akhirnya setelah suasana agak mereda mahasiswa keluar dari kantor tersebut.

Di sana mereka berorasi dan menginginkan kalau staf divisi humas yang melakukan kekerasan terhadap rekan mereka segera dihadirkan. "Satu komando! Ayo keluar! Dasar bencong! Copot jabatannya! Yang mukul penakut!," teriak para demonstran.

Setelah menunggu beberapa lama, sayangnya staf divisi humas tersebut tak juga kunjung keluar. Tentu saja hal itu membuat para demonstran menjadi naik pitam. "Kami minta pak Darusman (Kadiv Humas Pemprov Riau, red) dipecat, kami juga minta surat pemecatan dari komandan Satpol PP untuk anggotanya yang yang melakukan kekerasan, kami meminta pernyataan resmi dalam setengah jam agar Plt Gubri menyampaikan permintaan maafnya pada kami secepatnya. Kalau tidak kami akan menjemput mahasiswa Riau yang lainnya. Satu lagi, kami ingin orang yang memukul rekan kami agar segera dihadirkan," ujar Presiden BEM UR, Andreas Fransiska.

Setelah melakukan orasi, ketika mendengar suara azan ashar berkumandang mahasiswa pun menuju halaman Kantor Gubri untuk melaksanakan Salat Ashar secara berjamaah. Seusainya melaksanakan salat, para demonstran BEM UR yang dipimpin Presidennya, kembali melakukan orasi. Namun, kali ini orasinya berjalan tertib dan teratur. "Jelas tuntutan kami agar Pemprov meminta maaf terhadap insiden pemukulan itu. Kalau misalnya mereka tidak mau, kami akan datang dengan massa yang lebih banyak lagi," jelas Andreas.

Setelah melakukan orasi, perwakilan dari Plt Gubri menyatakan Arsyadjuliandi sedang bepergian dan baru mendarat di Jakarta karena ada satu tugas penting. "Plt sekarang tidak ada, jadi kami disuruh olehnya secara langsung. Beliau sedang pergi ke Jakarta untuk menemui menteri," ujar Setda I Pemprov Riau.

Massa yang tidak terima pun berteriak kalau mereka bohong."Pembohong, cepat hadirkan mereka di sini," kata para demonstran. Setelah mendengarkan beberapa penjelasan, massa pun mengirim SMS kepada Plt Gubri yang berisi "tolong pecat protokoler yang memukul rekan kami, tolong pecat anggota Satpol PP yang melakukan kekerasan. Kalau tidak bapak yang kami pecat," isi pesan singkat mereka. Mereka juga mengirimkan pesan singkat tersebut kepada Kemendagri.

Setelah mereka mengirim pesan singkat tersebut, mereka pun meminta agar Plt Gubri dalam waktunya 1x24 jam merealisasikan permintaan para demonstran."Kalau tidak besok kami akan datang lagi ke sini dengan massa yang lebih banyak. Kalau perlu akan kami bakar kantor Gubri ini," ucap mereka. (vir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY