Keempat ABK Dinyatakan Dalam Kondisi Sehat dan Prima

Jumat,13 Mei 2016 | 23:52:29 WIB
Keempat ABK Dinyatakan Dalam Kondisi Sehat dan Prima
Ket Foto : Empat ABK yang disandera kelompok Abu Sayyaf menjalani tes kesehatan dan jiwa di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto, Jalan Dr Abdul Rahman Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016).

JAKARTA (jurnalmetronews.com) - Hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap empat Anak Buah Kapal secara fisik dan jiwa dalam kondisi sehat.

Hal itu disampaikan Kolonel Ckm Bambang Dwi Hasto, Sp.B FinaCS, MSi, selaku Wakil Kepala Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto dalam keterangan persnya di Auditorium Bedah Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto, Jalan Dr Abdul Rahman Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016).

Keempat Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristy merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf pada 15 April 2016.

Kapal mereka dibajak saat melintas di perairan perbatasan Malaysia-Filipina saat kembali dari Filipina menuju Tarakan, Kalimantan Timur. Para ABK tersebut, Mochammad Ariyanto Misnan sebagai Master (Nakhoda) yang bertempat tinggal di Bekasi Jawa Barat, Loren Marinus Petrus Rumawi sebagai Chief Officer bertempat tinggal di Sorong, Papua Barat, Dede Irfan Hilmi sebagai Second Officer bertempat tinggal di Ciamis, Jawa Barat, dan Samsir sebagai Juru Mudi bertempat tinggal di Palopo, Sulawesi Selatan.

Setelah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma keempat ABK tersebut melanjutkan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto. Kolonel Ckm Bambang, pukul 11.10, menerima 4 ABK WNI yang telah dibebaskan dari penyanderaan di Filipina.

“Pemeriksaan kesehatan fisik dilakukan tim dokter spesialis dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan jantung, thorax, dan laboratorium lengkap, kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan jiwa oleh tim kesehatan jiwa kita,” kata Kolonel Ckm Bambang.

Oleh karena itu, hasil ini akan diserahkan kepada Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) untuk diserahkan ke keluarganya. Sebagaimana dikatakan Pangkostrad sebelumnya di depan awak media bahwa, penjemputan empat ABK tersebut atas perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada Saya. “Perintah itu saya lakukan, apapun resikonya tetap Saya akan laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” tegasnya.

Proses serah terima sandera antara pemerintah Filipina dengan Indonesia terwujud atas usaha diplomasi pemerintah Indonesia yang merupakan tindak lanjut kerja sama Trilateral yang ditindaklanjuti melalui pengembangan aturan kesepakatan bersama Standart Operational Procedure (SOP) yang segera didiskusikan bersama oleh pihak militer Indonesia, Filipina dan Malaysia. (Puspen TNI/vir)

 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY