Sehari, Aksi Jambret Beraksi Tiga Kali

Sabtu,14 Mei 2016 | 15:35:37 WIB
Sehari, Aksi Jambret Beraksi Tiga Kali
Ket Foto : Foto :ilustrasi (int)

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Dalam sehari, Polresta menerima tiga laporan kriminalitas kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) jambret pada Jumat (13/5/2016). Akibat kasus tersebut, total kerugian yang dialami mencapai Rp57 juta.

Menurut data yang dirangkum dari kepolisian, kejadian pertama terjadi pada Masitoh Nursapuri yang merupakan seorang mahasiswa di salah satu universitas Pekanbaru.

Pada Jumat (13/5/2016) sekitar pukul 07.40 WIB pagi, saat korban sedang dalam perjalanan menuju ke kampusnya di daerah Panam, tiba-tiba datang pelaku yang menggunakan sepeda motor menarik tas korban dengan motif bunga.

"Waktu itu korban sedang berada di perempatan traffick light Jalan Sultan Syarif Qasim - Tengku Umar. Kemudian tasnya ditarik oleh pelaku yang saat ini masih dalam penyelidikan. Menurut korban kerugian yang dialaminya sekitar Rp4 juta," ungkap Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Letman pada Sabtu (14/5).

Tak cukup hanya mendapatkan Rp4 juta, pelaku pun mulai beraksi kembali. Korban kedua bernama Widya yang bekerja sebagai seorang PNS di Rutan Pekanbaru. Widya yang baru saja turun dari mobilnya sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Senapelan dekat Pasar Bawah, didatangi oleh seorang pria yang menggunakan sepeda motor dengan nopol palsu.

Pria tersebut langsung menarik tas sandang korban yang dipegangnya. Alhasil, korban terpaksa merelakan barang berharga berupa dua unit handphone serta uang tunai Rp600 ribu dirampas pelaku. Ditaksir kerugian korban mencapai Rp3 juta. "Setelah kedua korban tersebut, kita menerima laporan lagi pada malam harinya. Korban diketahui bernama Riri Astari yang juga merupakan seorang PNS," jelas Letman.

Dari laporan yang dibuat korban, saat itu dia berjalan di trotoar dari Novetol menuju Mall Ciputra, Jalan Riau. Kemudian, datang seorang pelaku menggunakan sepeda motor mengambil tas korban.

Adapun isi tas korban berupa uang tunai Rp30 juta, 3 unit handphone dan surat-surat penting seperti KTP dan ATM. Total kerugian yang dialaminya sekitar Rp50 juta. "Saat ini, kita masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Kita sudah meminta keterangan korban dan juga saksi-saksi," pungkas Kasubbag.(vir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY