Begini Lika-liku Kepolisian saat Menangkap Iswanto

Senin,16 Mei 2016 | 22:19:22 WIB
Begini Lika-liku Kepolisian saat Menangkap Iswanto
Ket Foto : Tersangka Is dalam keadaan tangan dan kaki terikat saat ditangkap Kepolisian.

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Di balik kronologis penangkapan Iswanto (34) tahanan pencuri Tandan Buah Sawit (TBS) di Logas Tanah Datar (LTD) yang berhasil diamankan di Kecamatan Sei Lala, Inhu tentunya ada cerita tentang lika-liku Kepolisian saat mencari tersangka yang tertangkap hanya dalam waktu dua hari saja.

Berdasarkan informasi yang dirangkum jurnalmetronews.com di Mapolda Riau, ketika tersangka melarikan diri dari RS Bhayangkara Pekanbaru, tim opsnal langsung melakukan introgasi kepada istrinya. Saat introgasi istrinya memberikan nomor telepon yang digunakan suaminya.

Setelah mendapatkan nomor teleponnya, polisi melakukan pengecekan dimana posisi terakhir tersangka. Ternyata sekitar pukul 17.00 WIB sore hari, ia berada di Kabupaten Pelalawan.

Mengetahui keberadaannya, Reskrim membagi 3 tim dan langsung menuju ke Pelalawan. Namun, sesampainya di sana jejak tersangka hilang. "Saat keberadaannya hilang, kita melakukan pengecekan siapa yang sering dihubunginya. Kita mengetaui kalau, ia sering menghubungi seseorang yang berada di Tembilahan. Tim langsung menuju ke sana dan melakukan pencarian," ungkap Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo pada Senin (16/5/2016) malam.

Sesampainya di Tembilahan, tim Opsnal melakukan pengecekan posisi terakhir tersangka. Ternyata dapat info kalau orang yang sering dihubunginya adalah istri mudanya. Dari hasil pengecekan tersebut, diketahui istri muda Iswanto telah melakukan kontak dengan seseorang di proyek Kecamatan Keritang.

"Orang yang dihubungi istrinya adalah seorang mantri kesehatan. Diduga istrinya hendak membawanya untuk operasi peluru senapan angin yang masih bersarang di dadanya," kata Guntur.

Akan tetapi, setelah dilakukan pengecekan kembali terhadap nomor telepon istrinya ternyata nomor tersebut sudah mati, karena mengetahui keberadaan posisi terakhir di Desa Pabenaan, Kecamatan Keritang, polisi meluncur ke sana dengan menggunakan speedboat karena lokasinya yang tidak memungkinkan untuk menggunakan mobil. Akan tetapi, sesampainya polisi di sana tersangka melarikan diri bersama istrinya karena sudah mengetahui polisi akan datang.

"Kita coba untuk memberikan penjelasan dengan orang tua istrinya. Akhirnya istrinya pulang tetapi tersangka tidak ikut pulang bersamanya. Untuk memperlancar penangkapan Is, kita membawa istrinya dilakukan pemancingan karena Is masih menghubungi istrinya," jelas Guntur.

Sayang, istrinya tidak mau membantu polisi untuk menangkap suaminya yang bersembunyi di kebun sawit. Istrinya malah berbohong dengan mengatakan kalau Is sudah pulang ke Tembilahan.

Tak ingin terkecoh, polisi melakukan pengecekan kembali posisi tersangka. Ternyata, ia masih berada di sekitar kebun sawit tersebut. Tetapi, tak kunjung ditemukan. Berdasarkan keterangan istrinya, ia sering berkunjung ke rumah temannya di Tembilahan, dua tim opsnal pun pergi ke sana sedangkan satu tim tetap tinggal di pom bensin.

Pada Senin (16/5/2016) sekitar pukul 09.00 WIB, diketahui pelaku berada di Skip Hulu, Rengat, Inhu. Ia sempat menelopon seorang temannya dan meminta uang sejumlah Rp500 ribu dan dua helm. "Karena tak memungkinkan untuk pergi ke sana dan anggota khawatir kalau pelaku akan kabur lagi. Maka anggota menghubungi Polres Inhu untuk membantu penangkapannya," katanya.

Saat menghubungi temannya itu, ia mengatakan agar bertemu di sebuah kontrakan. Namun, pertemuan itu dibatalkan lantaran diduga ia sudah mengetahui keberadaan polisi. "Sekitar pukul 17.00 WIB, tersangka kembali mengirim pesan singkat untuk mengatur pertemuan. Di tempat pertemuan itulah polisi berhasil menangkapnya," pungkas Guntur.(vir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY