Yonif Linud 433/3/1 Kostrad Latihan Pembentukkan Raider

Selasa,21 Juni 2016 | 19:43:31 WIB
Yonif Linud 433/3/1 Kostrad Latihan Pembentukkan Raider
Ket Foto : Sebanyak 650 personel Yonif Linud 433/3/1 Kostrad melaksanakan latihan pembentukan Raider.

MALANG (jurnalmetronews.com) - Sebanyak 650 orang personel Yonif Linud 433/3/1 Kostrad  melaksanakan latihan pembentukan Raider yang bertempat di kota Lawang, Malang, JawaTimur. Adapun dislokasi Yonif Linud 433/3/1 Kostrad ini berada di Sambueja, Maros, Sulawesi Selatan.

Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, akan tetapi datang untuk berlatih meningkatkan kemampuan, sehingga bisa mendapatkan kualifikasi Raider. Dimana sebelumnya pasukan ini hanya berkualifikasi Lintas Udara, yang memiliki kemampuan melakukan operasi melalui penerjunan ke daerah sasaran musuh.

Dalam struktur organisasi latihan, Komandan Latihan pembentukan Raider di jabat oleh Kolonel Inf. Febriel B. Sikumbang, Wakil Komandan Latihan Letkol Inf La Ode Muh. Nurdin, S.Sos dan Pasiops Latihan Mayor Inf Dicky Purwanto, Sos,  serta dibantu oleh pelatih pelatih dari satuan jajaran Kostrad,  baik dari Divisi 1 maupun dari Divisi 2 Kostrad.

Selama 84 hari lamanya para prajurit ini menempuh latihan Raider, mereka digembleng secara fisik dan mental, cara berpikir cepat dalam mengambil keputusan dalam bertindak serta dapat menumbuhkan jiwa korsa yang kuat baik perorangan maupun kelompok.

Salah satu materi dalam latihan pembentukan Raider ini adalah Mobud (Mobil Udara), latihan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada pelaku latihan tentang teknik turun dari Helly dengan perlengkapan, diantaranya Repling, Fastroping, dan Hoverjump.  

Latihan Mobud ini wajib dikuasai oleh seluruh Prajurit Raider, dengan tujuan untuk melatih prajurit dalam bergerak cepat, senyap dan tepat didalam pelaksanaan tugas infiltrasi ke daerah musuh.

Operasi Mobud sendiri memiliki beberapa fase, diantaranya yaitu fase persiapan, fase pemuatan, fase pemindahan udara, fase pendaratan dan fase sasaran. Karena ada beberapa operasi yang dilaksanakan selanjutnya, yaitu aksi pengejaran dan penyergapan yang tentunya tidak dapat dijangkau oleh pasukan melewati darat. (Penkostrad/vir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY