BPOM Pekanbaru Temukan Vaksin Terindikasi Palsu di Toko Obat

Dibaca: 335 kali  Selasa,28 Juni 2016 | 17:58:07 WIB
BPOM Pekanbaru Temukan Vaksin Terindikasi Palsu di Toko Obat
Ket Foto : Kepala BPOM Pekanbaru, Indra Ginting saat menunjukan vaksin yang terindikasi palsu pada Selasa (28/6/2016) siang.

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Riau, menemukan vaksin yang terindikasi palsu di tempat penjualan toko obat-obatan pada Senin (27/6/2016) kemarin.

‎Menurut Kepala BPOM Riau di Pekanbaru, Indra Ginting mengungkapkan, vaksin yang terindikasi palsu ini dibeli seharga Rp400.000. "Kita temukan 10 vaksin yang terindikasi palsu yang kita beli seharga Rp400.000," ungkapnya saat menggelar ekspos di BPOM Pekanbaru, Jalan Sudirman pada Selasa (28/6/2016) siang.‎

Indra menceritakan, pihak BPOM yang juga dibantu oleh kepolisian melakukan penyelidikan dan penyamaran untuk mendapatkan barang bukti vaksin ini. "Kita mendapatkan faktur bukti, lalu dari faktur itu dikembangkan dan ada dua lokasi penggeledahan dimana kita dapatkan vaksin tersebut," ujarnya.

Dari 10 vaksin yang berhasil didapatkan itu, terdiri dari dua jenis yakni vaksin anti bisa dan anti tetanus. Keduanya terindikasi palsu karena tidak diproduksi oleh perusahaan obat-obatan resmi yakni Bio Farma. "Kalau asli ini bakal diproduksi oleh Bio Farma dan didistribusi secara resmi. Tetapi ini tidak, kita sudah melakukan pengecekan," jelasnya.

Untuk memastikan apakah vaksin ini adalah palsu maka BPOM Pekanbaru akan mengirimkan vaksin tersebut ke pusat untuk dilakukan pengujian terlebih dahulu. Dengan ditemukannya vaksin palsu ini, Indra mengimbau agar para orang tua yang mempunyai balita bisa memberikan vaksin ke anaknya di rumah sakit pemerintahan. ‎(vir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY