Bagi Melanggar Dikenakan Sanksi

Amran Aris: Ruang Gerak Imigran Dibatasi

Selasa,10 Maret 2015 | 18:03:42 WIB
Amran Aris: Ruang Gerak Imigran Dibatasi
Ket Foto : Kepala Kantor Imigrasi Pekanbaru, Amran Aris

PEKANBARU (jurnalmetronews.com)- Ruang gerak para imigran gelap di Kota Pekanbaru mulai dibatasi petugas Imigrasi, sehingga tak diperbolehkan bebas berkeliaran lagi.

Dikatakan Kepala Kantor Imigrasi Pekanbaru Amran Aris, pembatasan terhadap imigran diberlakukan, karena ada masyarakat yang resah terhadap keberadaan imigran. Petugas Imigrasi Pekanbaru akan memberlakukan jam ke luar bagi para imigran, dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. "Pukul delapan malam, mereka sudah harus berada di tempat. Tak diperbolehkan lagi berkeliaran kemana-mana," kata Amran.

Selain itu, kata Kepala Kantor Imigrasi, para imigran tak diperbolehkan berada di objek vital, seperti Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) Pekanbaru. Apabila mereka ada keperluan ke luar, maka petugas akan memberikan identitas, sehingga mudah dikenali masyarakat.

Bagi imigran yang melanggar, petugas Imigrasi tak segan-segan memberikan sanksi tegas, berupa kurungan seminggu hingga dua minggu. "Sanksi itu diberikan agar ada efek jera sehingga mereka tak mengulangi perbuatan yang sama," kata Amran Aris. Namun, apabila masih tetap saja membandel, petugas Imigrasi Pekanbaru akan memberikan sanksi yang lebih tegas lagi, yakni memindahkan mereka ke daerah lain.  
Berdasarkan data yang dihimpun Imigrasi Kota Pekanbaru, kata Amran Aris, jumlah imigran berkisar 1.000 lebih. Mereka tersebar di beberapa tempat. Di Kantor Imigrasi Pekanbaru 40 orang, Hotel Satria 266 orang, Wisma D'Cops sebanyak 136 orang, dan Hotel Rina 111 orang, total yang berada di ruang detensi sebanyak 553 orang.

Ditambah dengan yang berada di Wisma Panel, Rumbai, Jalan Tegal Lega sebanyak 117 orang dan Wisma Novri sebanyak 138 orang.  Total keseluruhan imigran yang menjadi tanggung jawab Kantor Imigrasi sekitar 808 orang, jika ditotal dengan imigran yang berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru menjadi 1.000 lebih. "Data yang kita punya akurat, karena imigran harus terdata, kalau tak terdata mereka tak dapat makan dan minum," kata Amran.

Diimbau kepada masyarakat, ujar Kepala Kantor Imigrasi, agar ikut mengawasi imigran. Sebab pengawasan menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat Pekanbaru diminta menegur imigran yang tak mematuhi aturan, seperti berkeliaran di atas pukul 20.00 WIB.

Laporkan imigran yang tak mematuhi aturan ke petugas Imigrasi Pekanbaru ke nomor telepon seluler, Kepala Seksi Wasdakim Imigrasi Pekanbaru, Zakaria (081372024048), Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penindakan (081284741840) dan Kasubsi Pengawasan (082266085444). (edy sorkam)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY