LBH Pers Kecam Kekerasan terhadap Dua Wartawan di Medan

Senin,15 Agustus 2016 | 23:06:02 WIB
LBH Pers Kecam Kekerasan terhadap Dua Wartawan di Medan
Ket Foto : Direktur LBH Pers Pekanbaru, Suryadi SH. (Foto : int)

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Lembaga Bantuan Hukum Pers Pekanbaru mendesak agar Presiden RI memerintahkan Panglima TNI mengambil langkah tegas dengan menindak oknum oknum TNI AU dan Paskhas Lanud yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap dua wartawan, yakni Array Argus (Tribun Medan) dan Andri Safrin (MNC TV).

Hal itu disampaikan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Pekanbaru, Suryadi SH kepada jurnalmetronews.com dalam pers rilisnya, Senin (15/8/2016). Dua wartawan ketika sedang menjalankan tugas jurnalistik tersebut dihalangi, bahkan dipukul oleh oknum TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo Medan.

Kejadian ini menambah deretan panjang kekerasan terhadap jurnalis di tengah bangsa ini membangun iklim demokrasi, pasca reformasi kebebasan pers, sebagaimana diamanahkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam aturan tersebut, ucap Suryadi, melakukan penghalangan terhadap tugas jurnalistik adalah pelanggaran hukum dan berdampak pelanggaran hak asasi manusia. Oleh sebab itu, LBH Pers Pekanbaru mengecam keras tindakan brutal tersebut. LBH Pers menyampaikan pernyataan sikapnya, yakni mendesak Presiden RI memerintahkan panglima TNI menegakkan hukum secara profesional

Panglima TNI harus mengambil langkah-langkah hukum atas tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum TNI AU dan Paskhas Lanud terhadap wartawan dan POM TNI AU harus melakukan penegakan hukum terhadap tindakan sewenang-wenang dan di luar batas yan dilakukan oknum TNI AU dan Paskhas Lanud terhadap wartawan. (rls)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY