Pukul Istri Pakai Palu, Suami Mengaku Khilaf

Selasa,06 September 2016 | 19:19:50 WIB
Pukul Istri Pakai Palu, Suami Mengaku Khilaf
Ket Foto : Foto :ilustrasi (int)

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Hengki Afridon (31) mengaku silap telah memukul istrinya Ratna Widia (32) dengan palu.

Hengki mengaku perlakuan kasar tersebut dilakukannya karena isterinya tersebut sudah cukup lama berselingkuh dengan suami kakaknya. "Karena dia selingkuh dengan abang iparnya (suami kakak kandung korban). Ketahuannya waktu saya lihat pesan dari dia (selingkuhan korban)," ungkap Hengki saat dijumpai di Mapolresta Pekanbaru pada Selasa (6/9/2016) siang.

Pelaku sudah cukup lama curiga dengan sikap korban dengan suami kakak iparnya tersebut. Cuma karena belum memiliki bukti yang cukup, Hengki tak berani mengungkapkannya. "Di pesannya istri saya minta uang sama Pendi, selama ini saya sudah curiga tapi belum ada bukti. Jadi waktu itu saya pinjam hpnya," jelasnya.

Setelah meminjam handphone milik korban, Hengki pun memeriksa seluruh pesan singkat yang ada di handphone tersebut. Alhasil dia menemukan pesan korban bersama dengan selingkuhannya. Tak hilang akal, Hengki pun langsung membawa pergi handphone tersebut sebagai bukti kalau selama ini korban telah selingkuh.

"Dia juga mengakui kalau dia selingkuh. Hpnya saya bawa ke tempat kerja saya dan sorenya dia datang ketempat saya. Dia maksa mau minta hpnya tapi saya tidak mau kasih," katanya.

Karena korban yang terus memaksa pelaku untuk memberikan handphone tersebut, pelaku pun menjadi naik pitam dan memukulkan palu ke tubuh korban sebanyak tiga kali. Korban pun terjatuh dengan keadaan bersimbah darah di lantai. "Saya silap saya pukul dia. Saya menyesal makanya saya menyerahkan diri ke polisi," tuturnya.

Ketika ditanyakan apa alasannya mengapa dia menyerahkan diri ke polisi, Hengki menjawab bahwa kalau dia kabur tentunya akan menyulitkan dia untuk menemui dua orang anaknya yang masih berusia belia. "Saya menyerahkan diri, nanti kalau saya kabur payah saya lihat anak dan pasti masalah gak bakal selesai," pungkasnya.

Seperi yang diberitakan sebelumnya, kejadian ini berawal ketika Hengki yang sedang bekerja di Bengkel Bambang Motor, Jalan Hangtuah Ujung, Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya pada Jumat (2/9/2016) sekitar pukul 16.45 WIB.

Ketika itu, dia dihampiri oleh istrinya yang ingin meminta handphone yang sedang dipegang oleh Hengki. Akan tetapi, Hengki tetap tidak mau memberikan handphone tersebut kepada korban. Sempat terjadi perdebatan antara keduanya. Hengki yang sudah terlanjur emosi kemudian mengancam korban dengan linggis dan obeng. Dia juga mengambil palu dan memukul korban sebanyak tiga kali hingga korban terjatuh.(vir)‎
 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY