Pemkab Inhu Kurang Perhatikan Atlet Tinju Amatir

Sabtu,21 Maret 2015 | 22:55:27 WIB
Pemkab Inhu Kurang Perhatikan Atlet Tinju Amatir
Ket Foto : Ketua harian Pertina Inhu, Marwan Riadi S.Pd (kiri) bersama pelatih tinju amatir, Jumat (20/3/2015).

PEKANBARU (jurnalmetronews.com)-  Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dinilai kurang memperhatikan atlet tinju amatir yang telah membanggakan dan mengharumkan nama kabupaten Indragiri Hulu.

Hal itu disampaikan Ketua Harian Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Indragiri Hulu, Marwan Riadi, S.Pd kepada jurnalmetronews.com, Jumat (20/3/2015).  "Kabupaten Inhu merupakan salah satu kabupaen yang mencetak atlet tinju yang membanggakan dan membawa piala kemenangan," kata Marwan.  

Pengurus Pertina Inhu berencana akan mengembangkan sasana tinju yang semula hanya memiliki satu sasana tinju, menurut rencananya akan ditambah menjadi empat sasana tinju di kecamatan.

Dengan demikian, akan meningkatkan daya saing atlet untuk mengikuti pertandingan di ajang nasional, seperti dua atlet Inhu yang mengikuti Piala Presiden, yaitu Ingatan Ilahi dan Rizal Pardede.

Dikatakan Ketua Harian Pertina Inhu, walaupun keadaan cukup terbatas, namun demikian atlet Inhu mampu berprestasi di tingkat nasional. Ia berharap agar kesejahteraan para atlet diperhatikan, karena bonus yang diterima para atlet berprestasi sangat kecil, yaitu sebesar Rp2.500.000.

Diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Komite Olahraga Nasional (Koni) menghargai prestasi atlet, karena atlet Inhu yang mengikuti pertandingan belum pernah tidak mendapatkan medali.  "Saya khawatir para atlet kecewa membela daerahnya dan mereka berpaling," kata Marwan.

Mudah-mudahan, harapnya, Bupati Inhu dapat memberikan anggaran yang cukup untuk kesejahteraan para atletnya, karena olahraga tinju merupakan olahraga yang keras. Para atlet sewaktu-waktu bisa cedera, sedangkan penghargaan yang diterima tidak seimbang. "Pemrintah Inhu selama ini masih kurang memperhatikan para atlet bukan hanya atlet yang berasal dari cabang olahraga tinju saja tetapi dari cabang olahraga lainnya," kata Ketua Harian Pertina.

Salah satu atlet yang berprestasi adalah Ingatan Ilahi yang juga pernah mendapatkan juara sarung tinju emas. Pertandingan ini hanya bisa diikuti oleh atlet-atlet yang masuk dalam kejuaraan nasional.  Jumlah atlet yang terdaftar pada pertina Inhu ada 30 orang dan yang aktif ada sekitar 10 orang.

Di Inhu, selama ini belum ada pertandingan tinju dan baru sekali diadakan pada tahun 2014. Kendala lainnya yang dihadapi, yakni untuk mendapatkan bibit baru petinju ada hambatan, karena ada orang tua yang tidak ingin anak mereka menjadi atlet tinju. Mereka berpikir tinju amatir olahraga keras seperti tinju profesional yang ditayangkan di televisi.

Dengan terbentuknya pengurusan baru Pertina Inhu yang sempat vakum beberapa tahun dan aktif kembali pada tahun 2013 ini, diharapkan dapat memperjuangkan kesejahteraan para atlet. Pengurus diharapkan dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah dan Koni untuk mendapatkan anggaran guna kesejahteraan para atlet dan meningkatkan perkembangan olahraga tinju amatir di Inhu. (desli)


Editor : Edy Sorkam
 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co

Rabu,25 April 2018 - 23:19:29 WIB

Mantan Kadis Ciptada Riau Jalani Sidang Perdana 

PEKANBARU, jurnalmetronews.com- Mantan Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno dan dua terdakwa lainnya, Yuliana J Baskoro serta Rinaldo Mugni menjalani sidang perdana dugaan korupsi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Rabu (25/4/2018).

Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY