Lanjutan Kasus Penganiayaan di Meranti

Polda Riau Tetapkan Bripka D sebagai Tersangka Meski Dia Tak Mengakuinya

Kamis,29 September 2016 | 18:51:22 WIB
Polda Riau Tetapkan Bripka D sebagai Tersangka Meski Dia Tak Mengakuinya
Ket Foto : ilustrasi kasus penganiayaan
PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Penyidik dari Polda Riau bersama dengan Propam Polda Riau akhirnya menetapkan empat orang sebagai tersangka atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan Apriadi meninggal dunia, Kamis (25/8/2016) lalu.

Bila sebelumnya Polda Riau hanya menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni Brigadir DY anggota Polsek Tebing Tinggi, Bripda AS dari Reskrim Polres Meranti dan Bripda EM anggota SPKT Polres Meranti, kini penyidik sudah menambahkan satu orang anggota dari Provost Polres Meranti sebagai tersangka yakni Bripka D.

"Total ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Bila sebelumnya kita hanya menetapkan tiga orang sekarang kita menetapkan empat orang yakni Bripka D yang berdinas di Provos Polres Meranti," ungkap Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Kamis (30/9/2016) siang.

Menurut Guntur meskipun Bripka D tidak mengakui bahwa dia telah melakukan penganiayaan tersebut, akan tetapi penyidik Polda Riau tetap menetapkannya sebagai tersangka berdasarkan dari keterangan saksi dan alat bukti yang cukup.

"Jadi menurut saksi Bripka D ini terlibat langsung dalam kasus penganiayaan dan juga alat buktinya mencukupi. Meskipun dia tidak mengakuinya tetapi penyidik tetap menetapkannya sebagai tersangka. Ini bukti bahwa kita benar-benar melakukan tindakan tegas terhadap anggota yang bersalah," jelasnya.

Seperti yang diketahui, bahwa bentrok antara masyarakat dengan polisi berawal ketika seorang honorer Dispenda Kep Meranti Apri Adi menusuk anggota polisi Brigadir Adil S Tambunan hingga meninggal dunia.

Diduga Apri melakukan hal tersebut karena tersulut api cemburu melihat Brigadir Adil baru keluar dari hotel bersama dengan seorang wanita.

Karena telah menewaskan anggota kepolisian, Apri menjadi buronan pihak Polres Meranti. Beberapa jam setelah kejadian penusukan, Apri berhasil ditangkap. Akan tetapi, Apri meninggal dunia setelah menerima dua tembakan karena mencoba melawan kepolisian dengan badik saat ditangkap.(vir)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY