Berusia 11 Hari, Bayi Taufik Butuh Uluran Tangan Dermawan

Rabu,05 Oktober 2016 | 16:57:45 WIB
Berusia 11 Hari, Bayi Taufik Butuh Uluran Tangan Dermawan
Ket Foto : Bayi yang diberi nama Muhammad Taufik lahir dengan berat 3,7 kg di RS Bina Kasih, Minggu (25/9/2016)
PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Tepat pada hari ini, bayi tanpa batok kepala (anencephaly) yang diberi nama Muhammad Taufik yang dirawat di RS Bina Kasih, Jalan Saman Hudi berusia 11 hari.

Bayi laki-laki yang lahir dari pasangan Erna Juwita dan Sudirman tersebut, saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk membantu biaya perawatan selama dia berada rumah sakit swasta tersebut. Karena seperti yang diketahui bahwa Sudirman hanya bekerja sebagai buruh dan tentunya dengan pekerjaannya tersebut tidak bisa menutupi biaya persalinan dan perawatan selama anaknya disana.

Menurut Direktur RS Bina Kasih dr Noorcholis Asnawi saat dijumpai jurnalmetronews.com diruangannya menyatakan bahwa, saat ini bayi tersebut sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap."Tepat hari ini tadi pagi, bayi itu sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap dari ruang inkubator," katanya pada Rabu (5/10/2016) sore.

Cholis mengungkapkan, bahwa orang tua bayi ini menggunakan Jamkesda sebagai jaminan untuk membayar biaya persalinan di rumah sakit."Sebenarnya kesepakatan di Jamkesda itu kan 3 hari, sedangkan ini sudah lewat 3 hari tetapi kami masih berikan perawatan terhadap bayi tersebut. Ya oleh karena itulah kami berharap semoga ada para dermawan yang mau membantu biaya perawatan bayi ini," ungkapnnya.

Untuk kasus yang terjadi pada bayi Taufik ini, lanjut Cholis, sangat langka terjadi. Bahkan selama dia bekerja di rumah sakit ini hampir 10 tahun hanya ada dua kasus yang terjadi di Pekanbaru. Selain itu juga, biasanya bayi yang tidak memiliki batok kepala ini hanya bisa bertahan dalam waktu sekitar 3 hari saja."Kata dokter yang menanganinya yakni dr Sauli S Amin, waktu bayi ini bisa bertahan hanya sekitar 3 hari. Tetapi untuk bayi ini cukup ajaib ya, mungkin ini juga suatu mukjizat sehingga bayi ini bisa bertahan hingga 11 hari," jelasnya.

Saat ditanyakan kepadanya mengenai penanganan apa saja yang diberikan pihak rumah sakit terhadap bayi tersebut, Cholis menuturkan bahwa penempatan bayi Taufik tersebut harus berada diruangan yang steril dan juga tidak sembarangan orang yang bisa memasuki tempatnya."Untuk penanganannya sangat khusus ya, mulai dari makannya itu menggunakan selang, lalu perawat yang memasuki ruangannya harus menggunakan baju steril supaya dia tidak terpapar kuman. Tetapi bayi itu sekarang sudah mulai kuat menyusunya," tuturnya.

Terlebih lagi, si ibu bayi yakni Erna Juwita tak bisa memberikan ASI secara eksklusif kepada anak keempatnya tersebut lantaran ASInya tak bisa keluar. Tentunya dengan hal itu, bayi Taufik ini harus meminum susu formula.

Sebenarnya, pihak dokter yang menangani Taufik menyatakan bahwa dia sudah bisa dibawa pulang oleh orang tuanya. Tetapi karena perawatannya yang khusus tersebut, orang tuanya tak bisa berbuat apa-apa. Bayi Taufik terpaksa dirawat di rumah sakit untuk dapat bertahan hidup."Sebenarnya dia sudah bisa pulang, tetapi kan bagaimana lagi bayi ini harus diberi perawatan khusus. Kalau di rumah nanti bisa-bisa dia terkena kuman dan virus," ucap Cholis.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bayi tanpa batok kepala lahir di RS Bina Kasih Pekanbaru, Minggu (25/9/2016) lalu.(vir)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY