Pemkab Rohil Mulai Menerapkan Teknologi Inseminasi Buatan Bagi Peternak Sapi

Selasa,11 Oktober 2016 | 16:42:56 WIB
Pemkab Rohil Mulai Menerapkan Teknologi Inseminasi Buatan Bagi Peternak Sapi
Ket Foto : inseminasi sapi
BAGANSIAPIAPI (jurnalmetronews.com) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berupaya memaksimalkan produktifitas ternak sapi dengan menerapkan teknologi Inseminasi Buatan (IB). Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan peternak sapi di negeri seribu kubah.

"Teknologi IB ini merupakan prosedur sederhana dan murah untuk mengatasi masalah ketidak suburan pada hewan. IB juga telah menjadi salah satu teknik terbaik untuk melakukan meliorasi genetik hewan ternak," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Rohil, Ir Muslim, Selasa (11/10/2016) di Bagansiapiapi.

Ia memaparkan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan bantuan teknologi IB ini diantaranya meningkatkan mutu genetik sapi lokal, mengatasi masalah kekurangan pejantan unggul, mengurangi penyebaran penyakit kelamin serta peternak bisa memilih jenis keturunan sapinya."Selain itu IB juga dapat meningkatkan jumlah produktifitas sapi untuk memiliki banyak keturunan," tambahnya.

Potensi ternak terutama untuk sapi di Kabupaten Rokan Hilir sangatlah besar, ditambah lagi dengan sistem pemeliharaan unik yang digunakan oleh peternak setempat. "Peternak menggunakan sistem kelapa sawit dan sapi yang artinya perpaduan antara peternak sapi dan pekebun kelapa sawit," ujarnya.

Dengan begitu, banyak manfaat yang didapatkan diantaranya kotoran sapi dapat menjadi pupuk kemudian hasil kebun sawit juga secara tidak langsung akan subur dan meningkatkan hasil produksinya. "Peternak sapi di Rohil ini cukup banyak dan berada di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Rimba Melintang dan Bagan sinembah," jelas Muslim.

Inseminasi Buatan sebutnya pemasukan atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin betina dengan menggunakan alat-alat buatan manusia, jadi bukan secara alam."Dalam praktek prosedur IB tidak hanya meliputi deposisi atau penyampaian semen kedalam saluran kelamin betina, akan tetapi juga tak lain mencakup seleksi dan pemeliharaan pejantan, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengangkutan semen, Inseminasi, pencatatan dan juga penentuan hasil inseminasi pada hewan betina, bimbingan dan penyuluhan pada ternak," pungkasnya.(jum/auz)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY