Diduga Karena Sakit Hati, Amek Nekat Bacok Leher Bosnya

Minggu,13 November 2016 | 19:10:24 WIB
Diduga Karena Sakit Hati, Amek Nekat Bacok Leher Bosnya
Ket Foto : RYA alias Amek (22) yang berhasil diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Tenayan Raya lantaran diduga terlibat kasus pembunuhan terhadap bosnya Deri Iswando (38).
PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Diduga karena RYA alias Amek (22) sakit hati kepada bosnya Deri Iswando (38), Amek nekat membacok leher korban dengan parang hingga dia meninggal dunia.

"Diduga pelaku nekat membacok leher korban karena korban sering menuduhnya menghilangkan barang yang ada di dalam bengkel korban," kata Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Indra Rusdi, Minggu (13/11/2016) malam.

Lebih lanjut Indra menjelaskan bahwa selain sakit hati karena korban yang sudah menuduhnya menghilangkan barang di bengkel, pelaku juga sakit hati karena korban yang enggan meminjamkannya uang.

"Sebelum kejadian, pelaku sempat meminjam uang kepada korban. Akan tetapi korban mengatakan kepada pelaku duit-duit aja dan saat itu mereka terlibat pertengkaran," jelasnya.

Dengan emosi yang sudah memuncak, pelaku pun masuk ke dalam bengkel milik korban dan mengambil parang yang sudah dipersiapkannya sebelumnya.

Melihat pelaku yang mengambil parang, korban pun langsung berlari. Akan tetapi, pelaku berhasil mengejarnya dan menarik baju korban. Dia pun langsung membacok korban di bagian kanan lehernya.

"Setelah membacok korban, pelaku melarikan diri ke wisma. Sedangkan korban saat itu masih sempat berlari untuk mencari pertolongan. Tetapi akhirnya korban tergeletak di dekat toko ponsel yang tak begitu jauh dari bengkelnya," katanya.

Sesaat setelah ditemukannya jasad korban, Unit Reskrim Polsek Tenayan Raya yang mengetahui keberadaan pelaku pun langsung menangkapnya.

"Dia kita tangkap di sebuah wisma dan ketika ditanyakan dia mengakui perbuatannya. Saat ini dia sedang dilakukan pemeriksaan di Mapolsek," tutup Indra.(vir)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY