Sosialisasi Anti Narkotika

Kajati Riau Jadi Irup di SMAN 8

Senin,06 April 2015 | 22:29:31 WIB
Kajati Riau Jadi Irup di SMAN 8
Ket Foto : Kepala Kejati Riau, Setia Untung Arimuladi menjadi irup di SMAN 8 Pekanbaru, Senin (6/4/2015). Foto: Penkum

PEKANBARU (jurnalmetronews.com)- Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Setia Untung Arimuladi menjadi Inspektur Upacara di Sekolah Menengah Negeri 8 Pekanbaru untuk mensosialisasikan bahaya narkoba kepada pelajar, Senin (6/4/2015).

Disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, secara usia dan psikologis, pelajar  umumnya memiliki tingkat emosional yang labil dan pola pikir yang belum matang,  sehingga rentan terpengaruh hal-hal yang baru.

Ini menjadi ruang bagi para pengedar narkoba untuk mempengaruhi dan menghasut menggunakan narkoba  dengan dalih sebagai gaya hidup dan trend remaja masa kini.

"Untuk menghindari peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,  baik itu di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari, kesadaran dan pengetahuan tentang bahaya narkoba perlu ditanamkan pada setiap anak didik," kata Setia Untung Arimuladi.

Selaku Inspektur Upacara (Irup), Kajati menyampaikan agar pelajar mengisi kegiatan yang positif, yakkni membentuk forum diskusi, maupun dalam bentuk tugas-tugas sekolah dan lainnya,  seperti  tugas pembuatan cerpen/tulisan  dengan tema bahaya narkoba, tugas pembuatan  makalah tentang narkoba atau dengan media sosialisasi lainnya seperti poster dan majalah dinding yang kesemuanya bertemakan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Mari kita lawan narkoba,” ujarnya. Pemberantasan bukan tugas aparat hukum saja, akan tetapi tugas kita bersama, orang tua, guru, pelajar,  pemuka agama, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, termasuk jajaran pemerintah di daerah.

Setelah itu, acara ditutup dengan yel-yel secara bersama-sama “kenali hukum, jauhkan hukuman”.  Pada kegiatan tersebut, Kajati membagikan pin bertuliskan “Jaksa Sahabat Pelajar” untuk siswa/siswi SMU Negeri 8 Pekanbaru dan juga banner bertuliskan pesan-pesan anti narkoba.

Dari beberapa perkara yang ditangani kejaksaan, narkoba diduga masuk melalui pelabuhan Dumai, Bengkalis dan Selat Panjang, sedangkan yang masuk melalui pelabuhan tidak resmi tidak dapat terdeteksi.

Berdasarkan data penanganan perkara penyalahgunaan narkoba yang ditangani oleh Kejaksaan se-Riau tahun 2013 ada sebanyak 573 perkara, tahun 2014 meningkat sebanyak 588 perkara, tahun 2015 (Januari–Maret) sebanyak 253 perkara. "Jika diihat dari data tersebut tingkat peredaran narkoba di provinsi Riau cenderung meningkat," kata Setia Untung Arimuladi. (rls)
 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY