Mencoba Melawan Bono, Kapal Speedboat Terbalik, Bayi Menghilang

Rabu,30 November 2016 | 18:04:35 WIB
Mencoba Melawan Bono, Kapal Speedboat Terbalik, Bayi Menghilang
Ket Foto : Proses evakuasi korban laka air di Sungai Kampar, Pelalawan, Rabu (30/11/2016) siang.
PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Satu unit kapal speedboat Gertiga Express yang mengangkut 23 orang mengalami kecelakaan air saat mencoba melawan arus gelombang Bono yang terdapat di sungai Kampar.

Menurut informasi yang dirangkum dari pihak kepolisian, laka air tersebut terjadi di antaraa sungai Turip dengan Tanjung Bebayang, Kelurahan Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Rabu (30/11/2016) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapal yang dinakhodai oleh H Sayuti (50) warga Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, ini mengangkut 23 orang penumpang yang dua diantaranya yakni Rifai (41) dan Dalek (31) merupakan anak buah kapal (ABK).

Diketahui bahwa dari 23 penumpang tersebut hanya 17 orang penumpang saja yang selamat. Sedangkan korban yang meninggal dunia sebanyak dua orang dan korban yang belum ditemukan dua orang yang salah satunya adalah bayi laki-laki.

Identitas korban yang meninggal dunia akibat laka air ini ialah Muhammad Syairozi (32) warga Kecamtan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut dan Julianto (31) warga Kecamatan Seberida, Inhu.

Sedangkan untuk dua orang yang menghilang identitasnya ialah Nur (34) IRT, warga Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan dan seorang bayi laki-laki bernama Abdul Fayat (11) anak dari Hasanah korban yang berhasil selamat.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, mengatakan bahwa adapun rute kapal tersebut diketahui dari Tanjung Batu menujuk dermaga jembatan Sei Nilo, Pelalawan.

Menurutnya dari hasil keterangan saksi-saksi yang didapat sementara, pada saat kapal speedboat melintasi Sungai Kampar tiba-tiba datang gelombang Bono yang muncul berdekatan dengan speedboat.

Karena kemunculan Bono tersebut, kapten kapal mencoba untuk mengikuti arus gelombang, akan tetapi karena perhitungan yang salah dan arus yang sangat kuat dan cukup tinggi, kapten malah mempercepat laju kapal yang mengakibatkan kapal terbalik.

"Masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan ke Polsek Teluk Meranti. Personil dan instansi terkait serta masyarakat lalu melakukan evakuasi terhadap para korban," jelas Guntur.

"Hingga saat ini personil berhasil melakukan evakuasi penumpang sebanyak 22 orang termasuk kapten speed dan ABK. Personil juga masih melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan sebanyak 2 orang," pungkasnya.(vir)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY