Pemerintah Myanmar Tahan Polisi Penyiksa Etnis Rohingnya

Senin,02 Januari 2017 | 18:24:00 WIB
Pemerintah Myanmar Tahan Polisi Penyiksa Etnis Rohingnya
Ket Foto : Foto Ilustrasi : int
YANGON - Pemerintah Myanmar, Senin (2/1/2017), mengatakan telah menangkap sejumlah polisi yang diduga menyiksa warga etnis Rohingya.  "Mereka yang sudah diidentifikasi kini telah ditahan. Investigasi lebih lanjut sedang dilakukan untuk mencari polisi lain yang terlibat penyiksaan ini," demikian pernyataan resmi kantor Aung San Suu Kyi. Sebelumnya, pemerintah Myanmar berjanji akan menyelidiki video yang menampilkan sejumlah polisi memukuli warga sipil etnis Rohingya. Media pemerintah Myanmar menyebut kekerasan itu terjadi pada 5 November tahun lalu di desa Kotankauk, wilayah utara negeri itu. Dalam video itu terlihat sejumlah personel kepolisian menghajar seorang remaja laki-laki yang berjalan menuju puluhan warga desa yang dibariskan dalam posisi duduk di sebuah tanah lapang. Masih dalam video yang sama, tiga orang polisi menghajar seorang warga desa yang terduduk dengan tangan di belakang kepala dengan menggunakan tongkat kayu. Video itu direkam dengan gaya "selfie" oleh seorang petugas bernama Zaw Myo Htike.  Menurut media setempat, Zaw merekam aksi itu saat sedang melakukan "operasi pembersihan" di desa Kotankauk. Seorang aktivis Rohingya yang dihubungi AFP mengatakan, video itu sudah dikonfirmasi kepada seorang pengungsi bernama Shilkhali. Dan, Shilkali membenarkan kejadian yang terekam di dalam video tersebut. Sebelumnya, belasan video yang memperlihatkan aparat keamanan Myanmar melakukan kekerasan terhadap etnis Rohingya sudah muncul di tengah masyarakat. Namun, inilah pernyataan resmi pertama pemerintah Myanmar yang menyatakan akan menyelidiki aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya. Puluhan ribu warga etnis Rohingya memilih meninggalkan kampung mereka ketika operasi militer digelar di negara bagian Rakhine setelah terjadi serangan terhadap pos polisi di perbatasan. Sementara itu, pemerintah Banglades mengatakan, sedikitnya 50.000 orang etnis Rohingya melitasi perbatasan negeri itu dalam dua bulan terakhir. Sebagian besar pengungsi itu membawa kisah mengerikan yang menimpa mereka mulai dari pemerkosaan, pembumihangusan kampung hingga pembunuhan yang dilakukan aparat keamanan Myanmar. Kisah-kisah para pengungsi ini memicu keprihatinan global dan menghasilkan kecaman terhadap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Penerima Nobel perdamaian itu dianggap tak melakukan cukup upaya demi menghentikan kekerasan terhadap etnis minoritas Rohingya. (kcm/AFP)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY