Warga Tenayan Kecewa DPRD Kota Kosong

Jumat,17 April 2015 | 09:32:42 WIB
Warga Tenayan Kecewa DPRD Kota Kosong
Ket Foto : Kantor DPRD Kota Pekanbaru di Jalan Sudirman

PEKANBARU (jurnalmetronews.com)- Warga Tenayan Raya kecewa dengan Anggota DPRD Kota Pekanbaru. Pasalnya saat menyampaikan aspirasi ternyata kantor Dewan kosong.

Ibu-ibu dari Tenayan Raya yang datang ke Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (16/4/2015) diecgat oleh security. Saat melihat ke ruang anggota Dewan tak satupun dari wakil rakyat itu yang berada di ruangannya.

Salah seorang warga RT 03/RW05, Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Cini mengaku sudah 3 tahun suaminya ditolak Rumah Sakit Petala Bumi dan Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad.

Padahal mereka adalah pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan juga sebagai penerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Suaminya yang berprofesi sebagai buruh menderita penyakit katarak selam 3 tahun ini. Namun rumah sakit tak kunjung mengoperasinya, sehingga mata suaminya menjadi buta sebelah. Saat menyampaikan aspirasi ke anggota Dewan, Cini malah dihentikan oleh security.

Security DPRD Kota Pekanbaru itu menyampaikan, setiap warga yang menyampaikan aspirasi harus melalui prosedur. Padahal, Cini baru pertama kali datang ke gedung DPRD Kota Pekanbaru.

"Saya sudah sering datang ke Dinas Sosial dan Kelurahan untuk memperjuangkan nasib suami, akan tetapi selalu di oper-oper ibrat bola, ditentang ke sini ditendang ke sana tetapi hasilnya tidak ada," ucap Cini sambil meneteskan air mata.

Ibu rumah tangga ini mengaku memutuskan untuk menyampaikan aspirasi ke anggota Dewan yang menebar janji saat kampanye. Akan tetapi saat warga mengadu mereka tidak ada.

Cini mempertanyakan, untuk apa para anggota Dewan memakan gaji dari masyarakat, sedangkan pukul 12.00 WIB, para anggota  Dewan sudah tidak berada di tempat.

Disampaikan Cini yang dipanggil dengan sebutan Icin, kedatangannya ingin menyampaikan keluhan terkait Jamkesda yang digunakan untuk berobat.

Pihak rumah sakit selalu mengulur jadwal operasi sejak tahun 2012 hingga sekarang. Rumah sakit beralasan dana Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) belum turun, sedangkan terkait dana BLT untuk rakyat miskin hanya sekedar didata, akan tetapi tidak pernah mendapatkan dana BLT.

Justru orang-orang yang tergolong mampu yang mendapatkan dana BLT tersebut. Sementara janda miskin, kuli, buruh dan masyarakat tidak mampu lainnya tidak mendapatkan bantuan BLT dari pemerintah.

Setelah kantor kelurahan didatangi oleh warga, pegawai di Kelurahan berkilah tidak tahu, karena data ada di pusat "Kalau anggota Dewan tak percaya apa yang dikatakan maka turun dan lihat sediri apa yang terjadi di masyarakat," ujar Icin. (des)

 

Editor : Edy Sorkam
 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY