Alfedri : Pilot Project Emas Merah Agar tak Muncul Kemiskinan Baru

Jumat,17 Februari 2017 | 11:49:38 WIB
Alfedri : Pilot Project Emas Merah Agar tak Muncul Kemiskinan Baru
Ket Foto : Wabup Siak melakukan kunjungan lapangan ke Kampung Seminai, Kerinci Kanan, Siak.
SIAK, jurnalmetronews.com - Emas merah yang dimaksudkan merupakan gula merah dari sawit yang menguntungkan produk Kampung Seminai, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak.

Dinilai menguntungkan, petani seminai mengharapkan bantuan kredit pinjaman dari Bank Riau Kepri guna untuk membeli bibit sawit baru, karena pohon sawit yang telah direplanting akan dimanfaatkan untuk diambil niranya, dan dijadikan produk gula merah ini.

Menanggapi hal demikian, Pemerintah Kabupaten Siak mewujudkan permintaan petani dengan menghubungi pihak PT Bank Riau Kepri untuk melakukan kunjungan lapangan di Gedung Pertemuan Kampung Seminai Kecamatan Kerinci Kanan, Kamis (16/2/17).

Saat diwawancarai, Alfedri mengatakan, sebelumnya masyarakat mengadukan kepada Bupati, meminta bantuan pinjaman kredit untuk pembelian bibit, dan apa yang sudah diharapkan masyarakat sudah disampaikan ke Direktur Utama Bank Riau Kepri dan mereka menyetujui melakukan kunjungan bertemu dengan petani.

"Yang kita sampaikan ke Bank Riau, terkait harapan masyarakat, mereka ingin mengajukan pinjaman kredit untuk pembibitan, dengan pinjaman 10 juta per kepala keluarga, ada 600 kepala keluarga total keseluruhan 6 miliar. Nah, pengembalian kredit nantinya dari kebun sawit yang masih ada sekarang yang dua hektare lahan dan jangka pinjaman satu setengah tahun. Artinya, kalau nanti masyarakat ingin menebang sawit ini, itu setelah lunas pinjaman ke Bank Riau," katanya.

Satu hektare gula merah yang sudah diolah selama 1 bulan bisa menghasilkan kurang lebih 56 juta rupiah. Sumber kehidupan masyarakat tak berhenti, karena dengan sistem yang mereka gunakan yakni pola 2 : 1. Artinya 2 hektare ditumbang 1 hektare, sebelum 1 hektare ditumbang yang 1 hektarnya lagi dilakukan pembibitan untuk sumber kehidupan selama 3 tahun.

Alfedri mengungkapkan, dengan berjalannya konsep petani Seminani nantinya akan menjadi contoh untuk kampung lain yang juga ingin maju.

"Kampung seminai dijadikan percontohan pilot project, kalau ini jalan, mudah-mudahan bisa diikuti oleh kampung-kampung lain, sehingga replanting berjalan, tidak muncul kemiskinan baru. Kampung seminai ini merupakan desa teladan no 6 tingkat Nasional dari 76.000 desa di tahun 2014," ungkapnya.

Sementara Direktur Utama Irvandi Gustari menuturkan,  Bank Riau Kepri memiliki suatu fasilitas kredit KUR hanya 10 bank yang diberikan di Indonesia dan dipercayakan oleh pemerintah pusat 10 bank yang disalurkan termasuk bank Riau kepri.

"Ada 25 juta untuk mikro tanpa agunan, pinjaman sampai 500 juta. Pola ini akan kami berikan nantinya untuk para petani sawit, tentunya dengan catatan mereka belum punya pinjaman dengan bank lain atau sudah lunas. sistemnya online, tidak bisa diinput kalau memang sudah punya pinjaman di bank lain," ujarnya.

Ia menjelaskan, pola ini sangat cocok, karena tidak memberatkan dan memiliki pola agunan, bekerjasama dengan koperasi untuk kolektif dari pada cicilan dan segala macamnya. "Saya apresiet kepada Pemkab Siak, kalau di Riau pola yang seperti ini baru pertama kali. Kami sangat support ini," serunya.

Dikatakannya lagi, tidak ada persyaratan khusus untuk lakukan peminjaman, masih secara umum, dan program baru ini sesuai dengan Visi Bank Riau Kepri, yakni mensejahterakan masyarakat melalui program UMKM.

"Kunjungan kita ini dalam rangka bank riau kepri terhadap perkembangan peningkatan ekonomi kerakyatan," pungkasnya. (rls/des)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY