Geram dengan Ilog, Kapolda Riau Berencana Ngantor di Giam Siak Kecil

Selasa,28 Februari 2017 | 10:24:25 WIB
Geram dengan Ilog, Kapolda Riau Berencana Ngantor di Giam Siak Kecil
Ket Foto : Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain (tengah) bersama dengan Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani (kiri) dan Kepala BBKSDA Riau Mahfudz (kanan) saat konferensi pers di Mapolda Riau terkait Giam Siak Kecil, Senin (27/2) malam.
PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain, mengungkapkan bahwa dirinya sangat geram dengan aktivitas ilegal loging yang terjadi di Giam Siak Kecil.

Bahkan karena sangat geramnya, dirinya berencana akan ngantor dan membawa senjata di GSM yang sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi cagar biosfer oleh UNESCO pada tahun 2009 lalu.

"Saya sekali-kali mau ngantor disana. Nanti saya bawa senjata dan kalau dapat saya tembak itu mobilnya," katanya, Selasa (27/2/2017) malam.

Dari hasil penyisiran selama beberapa jam, tim gabungan menemukan adanya satu akses pintu keluar bagi pelaku ilog untuk membawa hasil ilognya.

"Jalannya disitu cuma satu dan kami akan melakukan penutupan dengan pintu keluarnya itu," jelasnya.

Menurutnya akses bagi para pelaku ilog tersebut sudah dibuat sedemikian rupa.

Untuk memudahkan pekerjaannya, pelaku membuat jalan atau rel menuju ke titik illegal loging tersebut.

Selain itu menurut Kapolda tidak menutup kemungkinan bahwa adanya oknum ataupun pihak konsesi yang diduga terlibat dalam kelancaran aktivitas ilog disana.

"Indikasi adanya oknum bisa saja. Karena waktu saya masuk kesana saya sendiri bertanya-tanya kenapa bisa," tuturnya.

"Tidak menutup kemungkinan adanya pihak konsesi juga. Karena menurut pengakuan tersangka waktu saya tanya dia bilang kalau dia juga ngasih ke orang konsesi," ucapnya.

Hasil introgasi Kapolda terhadap satu orang tersangka ilog yang berhasil diamankan, tersangka mengaku bahwa untuk melancarkan aktivitas ilog dia harus menyetorkan sejumlah uang.

"Kasih ke toke Rp1,5 juta. Itu kalau kayu meranti Rp700 ribu, campuran Rp600 ribu," ungkapnya.

Tim gabungan yang sudah diturunkan sejak Jumat (24/2) lalu berhasil mengamankan seorang tersangka sedangkan empat pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

Sementara itu, Kapolda menduga bahwa kegiatan penyilidikan ini diduga sudah bocor lantaran tidak ditemukannya lagi para pelaku ilog.

"Kegiatan ini mungkin bocor sehingga hanya menemukan berbagai macam jenis kayu dan barang bukti bentuk balok dan papan," katanya.

Seperti yang diketahui kawasan Giam Siak Kecil-Bukit Batu dengan luas sekitar 705.271 hektare ini sudah ditetapkan sebagai kawasan konervasi oleh UNESCO pada tahun 2009 lalu dengan diinisiasi oleh pihak swasta (konsesi) Sinarmas Grup.(ica)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY