Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Riau Sebut Tiga Wilayah Pemicu Inflasi

Kamis,11 Mei 2017 | 12:48:53 WIB
Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Riau Sebut Tiga Wilayah Pemicu Inflasi
Ket Foto : Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Darius Husin.
PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Riau, menyebutkan setidaknya ada tiga wilayah di Provinsi Riau sebagai pemicu terjadinya inflasi atau meningkatnya harga secara terus menerus ketika bulan Ramadhan dan jelang lebaran Idul Fitri.

"Pekanbaru, Dumai, Tembilahan, tiga wilayah tersebut pemicu inflasi," ungkap Kepala dinas perdagangan, koperasi usaha kecil menengah, Darius Husin, usai menggelar rapat masalah Ketahanan Pangan di Mapolda Riau, Rabu (10/5/2017) siang.

Namun, lanjut Darius, setelah dilakukan peninjauan ke dua wilayah di Pekanbaru dan Dumai pihaknya belum menemukan adanya pelonjakan harga yang cukup signifikan.

"Dua wilayah sudah dilakukan peninjauan di Pekanbaru dan Dumai, peninjauan dilakukan supaya tiga wilayah ini benar terkendali. Sampai hari ini setelah dilakukan peninjauan harga tetap stabil, harga masih normal," jelasnya.

Menurutnya harga bahan pokok seperti beras, cabe, gula, bawang merah dan lainnya, akan tetap stabil selama tidak ada penimbunan bahan makanan tersebut oleh pedagang selama bulan puasa dan jelang hari raya.

"Sepanjang penimbunan, bencana alam dan cuaca ekstrem tidak ada jadi harga normal. Kita juga diuntungkan dengan waktu panen, dalam waktu puasa, kita dibantu dengan produksi lokal," tuturnya.

Untuk membantu masyarakat, dinas perdagangan, koperasi dan UKM ini akan menggandeng pihak distributor serta akan menyediakan tempat untuk mengadakan pasar murah bagi masyarakat yang kurang mampu."Kita sudah ada dua lokasi, di pasar wilayah sepertidi Kampar atau Pelalawan atau di Pekanbaru," ungkapnya.

Sementara itu, untuk mencegah adanya makanan yang tidak layak konsumsi dan makanan kadaluarsa yang dijual di pasaran, tim gabungan dari dinas perdagangan, ketahanan pangan, tim satgas dari Polda Riau serta BPPOM akan melakukan operasi ke toko-toko.

"Operasi bersama dengan melibatkan BBPOM, yang kadaluarsa akan diambil. Biasanya kita berikan teguran, ditahan barangnya. Himbauan untuk pedagang dan distributor agar tidak melakukan hal-hal yang mengarah kepada pidana, tidak menjual barang kadaluwarsa dan penimbunan barang," imbaunya.(ica)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY