Wacana Kota Kembar Siak-Melaka-Trengganu, Bupati Siak Kunjungi Konsulat Malaysia

Senin,15 Mei 2017 | 17:39:39 WIB
Wacana Kota Kembar Siak-Melaka-Trengganu, Bupati Siak Kunjungi Konsulat Malaysia
Ket Foto : Bupati Siak H Syamsuar dengan Konsulat Malaysia Hardi Hamdin, di Kantor Konsulat Malaysia, Senin (15/5) siang.
SIAK, jurnalmetronews.com - Bupati Siak H Syamsuar, mengunjungi kantor Konsulat Malaysia di Pekanbaru, Senin (15/5/2017). Dalam kunjungannya, Syamsuar membahas masalah wacana kota kembar Siak-Melaka dan Siak- Trengganu yang digagas beberapa waktu lalu melalui kesepakatan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).

Wacana tersebut terlontar setelah didasarkan pada kuatnya ikatan sejarah antar kota dua di dua negara Indonesia dengan Malaysia tersebut, yang mana terdapat catatan sejarah mengenai kejayaan Kesultanan Siak di Semenanjung Melayu pada masa lampau.

“Harapan kami ke depannya bentuk kerjasama lintas negara serumpun ini dapat segera terwujud. Sesuai hajat yang pernah disampaikan Kerajaan Trengganu dulu untuk membuat Kota Kembar Siak dan Trengganu. Demikian pula dengan Melaka, sudah tercapai kesepakatan melalui DMDI,” ujar Bupati Siak H Syamsuar di Konsulat Malaysia untuk Pekanbaru, Senin siang.

Kedatangan rombongan Pemkab Siak disambut langsung oleh pejabat Konsulat Malaysia Hardi Hamdin. Dalam perbincangan juga Bupati Syamsuar mengungkapkan bahwa dirinya sudah mendapatkan restu dari Kementerian Dalam Negeri akan wacana kota kembar tersebut dan berencana menyusul Penang dan Melaka sebagai kota warisan dunia.

“Alhamdulillah Kemendagri juga mendukung, karena memang salah satu kebijakan luar negeri kita ialah memperkuat hubungan kerjasama antar sesama negara-negara ASEAN," jelas Bupati yang menjabat dua periode ini.

Selain itu juga sempat tercetus ide dari Pemkab Siak untuk membuat semacam kembaran Melaka River Cross dan Menara Taming Sari di Kota Siak oleh para pengusaha asal Malaysia.

“Khusus Trengganu, kita tahu bahwa salah satu makam Sultan Siak yaitu Sultan Yahya ada di Dungun Trengganu, yang masih terpelihara dengan baik oleh masyarakat disana. Baik Pemkab Siak maupu Kerajaan Trengganu, sebelumnya juga sudah saling melakukan kunjungan secara resmi," harapnya.

Hardi Hamdin mengaku gembira dengan kedatangan pejabat Siak ke kantornya. Menurutnya Kabupaten Siak sudah dianggap tidak asing lagi oleh masyarakat Malaysia.“Andai kecik telapak tangan, nyiru kami tadahkan” ucapnya menirukan bidal orang tua-tua melayu dahulu.

Hamdi kemudian menyebutkanbahwa hubungan Siak dengan Malaysia ini cukup unik. Sebab negeri Istana punya ikatan sejarah tidak hanya satu kerajaan saja di Malaysia, tapi dengan tiga kerajaan sekaligus. Secara tidak langsung, ikatan sejarah dan budaya ini menguntungkan bagi perkembangan pariwisata dan pelestarian warisan budaya melayu bagi Indonesia dan Malaysia.

“Siak punya tempat sejarah yang membanggakan, banyak orang baik saya maupun wisatawan asal Malaysia amat terkesan dengan Istana Aserayah El-Hasyimiyah, Balairung Sri, Tepian Bandar Sungai Jantan, berikut tata kota yang rapi bersih dan nyaman sangat menarik bagi wisatawan” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya menjembatani wacana kerjasama itu dengan sasaran agar kunjungan asal wisatawan Malaysia ke Indonesia meningkat. Ia juga optimis target tersebut mencapai 10 persen dari 11,6 juta kunjungan wisatawan negeri Jiran.

“Kita lihat trending wisatawan asal Malaysia ke Riau meningkat drastis. Tahun lalu lebih 3000 orang wisatawan perbulan datang kemari, semoga tahun ini lebih ramai lagi," ujarnya.

Sempena kegiatan silahturrahim akhirnya ditutup dengan pertukaran cindera mata dan foto bersama. Kedua pihak saling bertukar fikiran terkait gagasan kerjasama yang akan dikembangkan.

Beberapa isu yang menjadi topik pembahasan diantaranya upaya menghidupkan kembali jalur transportasi kapal cepat Siak-Melaka, tindaklanjut DMDI, kerjasama sektor pariwisata dan investasi bidang industri, serta tindak lanjut pengembangan etape lintas negara ke Melaka pada even balap sepeda tahunan Tour de Siak (TDSI), yang telah dirintis sebelumnya oleh Pemprov Riau.

Adapun pada kunjungan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kepentingan rakyat Riau, sebab dari sejumlah kabupaten dan kota yang ada, tercatat belum ada daerah yang telah menjajaki kerjasama dengan Malaysia melalui Kantor Konsulatnya di Pekanbaru.(rls/war)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY