Terlibat Kasus Curat di Bali, WNA Melarikan Diri ke Pekanbaru

Rabu,24 Mei 2017 | 15:40:50 WIB
Terlibat Kasus Curat di Bali, WNA Melarikan Diri ke Pekanbaru
Ket Foto : Terdakwa WNA asal Peru yang diamankan oleh Polda Riau dan Polda Bali di Pekanbaru.
PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Seorang terdakwa berkewarganegaraan asing yang terlibat kasus pencurian dengan pemberatan, melarikan diri ke Pekanbaru saat akan di sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa (16/5/2017) lalu.

Dia berhasil diamankan oleh tim Jatanras Polda Riau yang berkoordinasi dengan Polda Bali, saat berada di salah satu hotel di Jalan Sisingamangaraja, Rabu (24/5) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Dia melarikan diri dari Denpasar tanggal 16 Mei lalu dan tiba di Pekanbaru tanggal 20 Mei," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo yang didampingi Kasubdit III Ditreskrimum AKBP Fibri Karpiananto, Rabu siang.

Guntur menjelaskan bahwa terdakwa berkewarganegaraan Peru tersebut diketahui bernama Jose William Salazar Ortize (30). Dia terlibat kasus pembobolan mesin ATM di dua lokasi yakni Denpasar dan Sidoarjo.

Terdakwa tersebut diketahui datang ke Bali untuk berwisata. Akan tetapi karena kehabisan uang, dia nekat membobol mesin ATM bersama dua rekannya yang sudah berhasil diamankan.

"Dia terlibat kasus bongkar ATM di Denpasar dan Sidoarjo. Dia nekat melakukan hal tersebut karena anaknya sakit dan tidak memiliki uang lagi. Aksinya dia lakukan bersama dua rekannya yang lain," jelasnya.

Lebih lanjut Guntur menjelaskan bahwa terdakwa melarikan diri dari Pengadilan dengan cara meminjam obeng dari petugas penjaga yang sedang bersih-bersih. Kemudian dia mencari alasan untuk pergi ke toilet, sesampainya disana terdakwa membongkar plafon toilet tersebut dan melarikan diri lewat samping Pengadilan.

"Dia melarikan diri dari Denpasar dengan menggunakan taksi lalu pergi ke stasiun naik bus ke Jakarta, sampai di Jakarta dia melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru," ucap Guntur.

Tepatnya pada Selasa (20/5), sambung Guntur, dia sampai di Pekanbaru. Sesampainya di Kota Madani ini, dia pun menginap di Hotel selama 4 hari. Rencananya dia akan kembali ke negaranya (Peru, red) melalui Kota Batam. Akan tetapi upaya tersebut gagal lantaran dia berhasil tertangkap kembali.

"Tujuan dia ke Pekanbaru untuk mencoba kembali ke negaranya. Tujuannya ke Batam, tetapi karena ke Batam tidak ada melalui jalur darat maka dia ke Pekanbaru terlebih dahulu. Setibanya di Batam dia akan di jemput oleh temannya dan akan diantar ke luar negeri," katanya.

Untuk bertahan hidup selama disini, JWSO menerima bantuan dari teman asal negaranya sebesar Rp500 ribu. Uang itu di transfer melalui bank ke rekeningnya."Temannya di Batam akan ditindak lanjuti, bahkan dia sempat menerima bantuan yang dikirim dari negaranya sebesar Rp500 ribu," tuturnya.

"Saat ini dia masih diperiksa oleh Polda Bali dibantu oleh penyidik Polda Riua. Besok Polda Bali akan membawa kembali ke Denpasar," pungkasnya.(ica)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY