Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Mulai Dibangun di Area PTPN V

Dibaca: 195 kali  Senin,29 Mei 2017 | 16:22:38 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Mulai Dibangun di Area PTPN V
Ket Foto : Direktur Komersil PTPN V M. Arwin Nst bersama Deputi Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM Dr. Hammam Riza, memecahkan kendi sebagai simbolisasi groundbreaking Pembangunan PLT Biogas PKS Terantam, baru-baru ini.
PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Bangunan Pembangkit Tenaga Listrik Berbahan Biogas mulai dibangun di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Terantam milik PT Perkebunan Persero (PTPN) V, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Rabu (24/5/2017).

Pembangunan pembangkit listrik berdaya 1,5-2,0 Mega Watt tersebut dimulai dengan 'Groundbreaking' atau peletakan batu pertama.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Komersil PTPN V M. Arwin Nasution, Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Bidang TIEM Dr. Hammam Riza, Direktur PTSEIK – TIEM Dr. Adiarso, MSc, GM SBU Tandun Sugeng Irianto beserta jajaran Kabag dan Manajer di Lingkungan PTPN V.

Disampaikan oleh Direktur Komersil PTPN V M Arwin Nasution bahwa pihaknya menyambut gembira tawaran yang diajukan BPPT selaku pemilik anggaran kepada PTPN V, untuk membangun suatu Pembangkit listrik yang menggunakan limbah cair sawit (POME) sebagai bahan dasarnya.

“Kami merasa sangat berbangga hati, setelah melalui diskusi, kajian, dan perjanjian kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada 2016 lalu, akhirnya kita melaksanakan Ground Breaking Pembangunan Pilot Project Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di PKS Terantam," ujar Arwin.

Menurutnya, PTPN V memiliki potensi yang sangat besar dalam hal pengelolaan limbah sawit menjadi energy terbarukan seperti biogas.“Berdasarkan hasil perhitungan sendiri serta studi kelayakan pihak ketiga, sebenarnya Perusahaan memiliki peluang untuk membangun kurang lebih 54 MW pembangkit listrik yang berasal dari bioenergy. 54 MW itu terdiri dari 15,37 MW potensi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas/PLTBg dan 38,57 MW potensi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa/PLTB," bebernya.

Sementara itu pemanfaatan limbah bagi Perusahaan sawit dan karet di Provinsi Riau tersebut dianggap sebagai suatu cara untuk bertahan dalam persaingan bisnis.

“Pemanfaatan dan optimalisasi asset yang dimiliki, termasuk limbah, adalah salah satu key success factor agar mampu bertahan dan tumbuh di industry ini," tukas Arwin.

Memang pembangunan Biogas PKS Terantam yang dibiayai oleh BPPT tersebut akan dilaksanakan secara bertahap mulai anggaran tahun 2017. Bagi BPPT sendiri, pembangunan biogas di PTPN V ini akan menjadi pilot project mereka.“Tahap pertama ini, sesuai anggaran maka akan dibangun pilot project PLT Biogas dari limbah sawit setara 0,7 MW”, ujar Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM Dr. Hammam Riza.

“Semoga tim BPPT dan tim counterpart dari PTPN V betul-betul mengawal dengan baik pelaksanaan pekerjaan pembanguan pilot project biogas Terantam ini agar berjalan lancar dan menghasilkan output sesuai target yang telah ditetapkan," imbuhnya.(war)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY