Akhirnya Penyidik Tetapkan KPR Sialang Bungkuk Sebagai Tersangka Pungli

Jumat,02 Juni 2017 | 19:52:21 WIB
Akhirnya Penyidik Tetapkan KPR Sialang Bungkuk Sebagai Tersangka Pungli
Ket Foto : Kaburnya ratusan tahanan dan napi Rutan Sialang Bungkuk, Jumat (5/5/2017) siang.
PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Sialang Bungkuk Klas IIB Pekanbaru, berinisial T akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pungutan liar (pungli) oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

"Dari hasil gelar perkara hari ini ditetapkan lagi satu tersangka baru dugaan pungli berinisial T," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Jumat (2/6/2017) siang.

Penetapan status T sebagai tersangka tersebut, setelah penyidik mendapatkan bukti-bukti baru dugaan keterlibatannya dalam kasus pungli dengan modus meminta sejumlah uang kepada tahanan maupun narapidana yang ingin pindah dari satu blok ke blok lain.

"Puluhan saksi telah dimintai keterangan, diantaranya petugas, tahanan, napi hingga keluarga tahanan dan napi. Kita juga sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti bukti transfer dan bukti lainnya," jelas Guntur.

Sebelum menetapkan KPR sebagai tersangka, penyidik terlebih dahulu menetapkan RR dan MK sebagai tersangka.

Seperti yang diketahui bahwa kasus pungli ini mulai mencuat setelah kaburnya 473 tahanan dan napi Rutan Sialang Bungkuk, Jumat (5/5/2017) lalu. Kaburnya ratusan tahanan dan napi atas kasus narkotika dan kriminal umum tersebut saat itu menjadi pusat perhatian karena jumlah yang melarikan diri sangatlah fantastis.

Hingga saat ini, sebanyak 139 napi belum tertangkap dan sudah ditetapkan sebagai DPO oleh pihak kepolisian. Sisanya sudah diamankan dan sebagian dari tahanan juga sudah dievakuasi ke Rutan yang ada di Provinsi Riau.

Adapun alasan kaburnya tahanan tersebut dikarenakan kelebihan kapasitas, agar bisa pindah ke blok yang lain maka warga binaan tersebut dimintai sejumlah uang. Selain itu mereka juga beralasan sulitnya air bersih, pelayanan kesehatan yang tak layak serta dibatasinya jam beribadah.(ica)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY