Ritual Bakar Tongkang Simbol Keberadaan Masyarakat Tionghoa

Minggu,11 Juni 2017 | 20:11:29 WIB
Ritual Bakar Tongkang Simbol Keberadaan Masyarakat Tionghoa
Ket Foto : Ritual Bakar Tongkang di Rohil.
Bagansiapiapi, jurnalmetronews.com – Ritual bakar tongkang yang di lakukan sebagai simbol bahwa masarakat etnis Tionghoa di kota Bagansiapiapi tak akan pernah kembali lagi ketanah leluhur dan berjanji untuk mengembangkan diri di kota yang punya julukan Negri Seribu Kubah, Minggu (11/6/2017) siang.

Perayaan ritual bakar tongkang ini sudah berlangsung sejak 135 tahun silam, pada masa zaman Orde Baru ritual ini sempat di larang. Namun sejak era kepemimpinan Gus Dur larangan ini akhirnya di hapuskan

Untuk tahun ini, Ritual Bakar Tongkang (RBT) sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Biasanya masarakat etnis Tionghoa akan melakukan ritualnya diawali dengan sembahyang di kelenteng Ing Hok Kiong dan kelenteng kelenteng lainnya.

Kelenteng Ing Hok Kiong merupakan kelenteng tertua di kota Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir, kemudian  acara pun dilanjutkan dengan arak-arakan Kapal Tongkang serta lainya ke tempat pembakaran hingga berlanjut ke prosesi pembakaran di tempat pembakaran yang dikenal Arena Ritual Bakar Tongkang.

Prosesi pembakaran tongkang biasanya diawali dengan menetapkan posisi haluan tongkang sesuai petunjuk Dewa Kie Ong Ya atau Dewa Laut. Hal itu berdasarkan kepercayaan bagi masarakat keturunan  etnis Tionghoa Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir

Setelah mengetahui posisi, tongkang akan diletakkan pada posisi pembakaran dan kertas sembahyang ditimbun dekat lambung kapal yang siap untuk dibakar.serta proses pembakaran kapal tongkang pun berlangsung.

Even ini di hadiri  oleh Bupati Rokan Hilir, Gubernur Riau, Kapolda Riau dan Mentri Kabinet Kerja, Rombongan Wisnu , Wisman serta masarakat luas. Acara ini berlangsung cukup meriah meskipun dalam bulan Ramadhan.(jum/auz)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY