Pasokan Garam Ditingkat Distributor Terganggu

Kamis,13 Juli 2017 | 18:37:16 WIB
Pasokan Garam Ditingkat Distributor Terganggu
Ket Foto : Kabid Perdagangan, Disperindag Kota Pekanbaru, Masirba H Sulaiman. (Foto : int)
PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Pasokan garam di tingkat distributor terganggu, sehingga terjadi kenaikan harga tebus.

Dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru Masirba H Sulaiman, pasokan garam di Kota Pekanbaru dilayani 4 distributor swasta dan 1 Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Hasil monitoring, sejak Februari 2017 ada gangguan pasokan garam. Yang biasanya 1.000 ton berkurang menjadi 600 sampai 800 ton," kata Masirba kepada jurnalmetronews.com, Kamis (13/7/2017).

Dengan demikian terjadi kekurangan 200 ton. Untuk menutupi kekurangan pasokan garam tersebut, distributor terpaksa melakukan tambal sulam.

Dari hasil kunjungan Tim Disperindag Kota Pekanbaru ke distributor garam Jagorawi, ada kenaikan harga tebus garam yang dipasok dari PT Budiono Madura Bangun Persada. Namun pihak distributor menyatakan stok garam di Kota Pekanbaru masih aman. "Kelangkaan hanya terjadi di tingkat distributor," kata Masirba.

Penyebab terganggunya distribusi garam, ujar Kabid Perdagangan, dikarenakan memang aktivitas dari produsen garam, yakni PN Garam terganggu, sehingga ada beberapa daerah yang dikurangi pasokannya.

"Harga garam kasar 10 ribu per kilo. Untuk garam halus 6 ribu per kilo dengan status yodium," ungkap Kabid.

Untuk Kota Pekanbaru, kebutuhan garam mencapai 200 sampai 210 ton per bulan. Menurut pengakuan Distributor ke Disperindag lonjakan harga tebus garam terjadi sejak H-3 Idul Fitri.

Terkait terganggunya pasokan garam, Kabid Perdagangan berharap Kementerian memberikan informasi agar daerah dapat mengantisipasinya. (war)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY