Penyu Menjadi Daya Tarik Wisatawan di Pulau Jemur

Kamis,20 Juli 2017 | 09:38:27 WIB
Penyu Menjadi Daya Tarik Wisatawan di Pulau Jemur
Ket Foto : Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, M Yusup usai pertemuan dengan bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Mess Pemkab Rohil, Jalan Perwira, Bagansiapiapi, Rabu (
BAGANSIAPIAPI, jurnalmetronews.com - Habitat Penyu di Pulau Jemur diyakini bisa menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun manca negara. Untuk itu sangat penting diperlukan perhatian yang intens terhadap perkembangan dan keberadaan habitat penyu tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, M Yusup usai pertemuan dengan bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Mess Pemkab Rohil, Jalan Perwira, Bagansiapiapi, Rabu (19/7/2017) siang.

"Saya kira bisa menjadi daya tarik, ajang promosi wisata terbatas. Keberadaan aktifitas penyu itu sangat mahal untuk bisa dilihat," kata Yusuf.

Keberadaan Penyu itu terangnya harus bisa diperhatikan dengan baik. Pihaknya optimis Pulau Jemur berpeluang besar menjadi wisata andalan, wisata alam sekaligus edukasi. Dalam waktu dekat perlu pembinaan kepihak terkait yang ada untuk penanganan, menjaga telur penyu dan lain-lain.

Aktifitas hidup penyu, penetasan tambahnya bisa menjadi obyek wisata yang menarik.  Disisi lain wilayah Rohil dekat dengan Dumai, ada perusahaan skala global seperti Chevron yang punya banyak pegawai yang bisa diharapkan berkunjung ke Pulau Jemur.

"Bila berkembang baik untuk konservasinya tentu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Yusuf. Ia berencana turun ke lapangan lebih dahulu, untuk melihat kehidupan penyu yang ada. Dilakukan pendataan. Tapi tidak bisa penangkaran karena hal itu tak diperbolehkan oleh aturan yang ada.

"Untuk penangkaran tidak boleh, bahkan dulu pernah terjadi di Padang dimana Tukik di pamerkan, kontan pencinta lingkungan protes," katanya.

Untuk menyiasati itu, bila ingin pameran maka yang bisa hanya ditampilkan dalam bentuk gambar, miniatur atau visual saja. Tukik, telur atau induk penyu tidak bisa diambil, terlarang dibawa. Sebab bisa mengganggu habitatnya.(jum)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY