Satgas Indobatt-3 Indonesia Laksanakan Patroli Rutin Pengambilan Air

Senin,31 Juli 2017 | 12:43:05 WIB
Satgas Indobatt-3 Indonesia Laksanakan Patroli Rutin Pengambilan Air
Ket Foto : Tim Indobatt-3 melaksanakan ?patroli air.
SUDAN, jurnalmetronews.com, Pasukan Garuda Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt) 03 melaksanakan patroli rutin water point (pengambilan air) di Ardamata untuk mendukung tugas-tugas pokok prajurit yang berada di wilayah Super Camp El Geneina, Sudan-Afrika, Minggu (30/7/2017).

Komandan Satgas Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. disela-sela kegiatannya mengatakan bahwa pengambilan air di daerah Ardamata dilakukan secara rutin setiap hari, selama tiga sampai empat kali perjalanan yang dilakukan oleh Pasukan Garuda Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid.

Air itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, mandi, mencuci pakaian, piring, memasak sayur dan lain-lain.

  Letkol Inf Syamsul Alam menyampaikan selama pengambilan air setiap hari ini, dilakukan pengawalan (escort) oleh Tim PKF (Peace Keeping Force) berjumlah 17 orang dengan didukung perlengkapan lengkap seperti rompi anti peluru (Body Armour), senjata, munisi, helm dan sarung tangan yang sesuai standar keamanan, serta kendaraan 2 APC (Armoured Personal Carrier), 2 (dua) LC (Land Cruiser) dan 2 (dua) mobil tangki air.

"Di bawah pimpinan seorang Komandan Peleton berpangkat Letnan Dua atau Letnan Satu, yang dilaksanakan mulai pagi hingga sore dari Indobatt-03 Camp ke Ardamata sejauh 14 Km PP (pulang-pergi)," ujar Letkol Inf Syamsul Alam.

Lebih lanjut Letkol Inf Syamsul Alam mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan harus sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedur) agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai keinginan dan aturan yang berlaku.“Selain itu tujuannya adalah memantau situasi keamanan di kampung Ardamata dan sekitarnya, sekaligus melaksanakan kegiatan pengambilan air untuk kebutuhan hidup,” katanya.

Menurut Komandan Satgas Indobatt-03, sistem pengambilan air di Ardamata ini menggunakan sistem bor tanah yang disedot (pompa) disalurkan dari pipa kemudian ditampung di penampungan air dan tahap berikutnya adalah pemberian aluminium sulfat untuk menghilangkan sedimen berbahaya yang ada di air tersebut.

  “Salah satu kendala utama yang dihadapi penduduk Sudan ini adalah kelangkaan sumber air, wilayah ini jarang sekali memiliki sumur bor dan aliran sungai, yang ada hanya genangan lumpuritupun airnya berwarna cokelat, kalau musim hujan airnya tidak higienis untuk kesehatan,” tandas Letkol Inf Syamsul Alam, S.E.(sya)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY