Dugaan Penganiayaan Tahanan Polres Kampar

Propam Polda Riau Dalami Keterlibatan Perwira Pertama Polres Kampar

Senin,07 Agustus 2017 | 23:12:16 WIB
Propam Polda Riau Dalami Keterlibatan Perwira Pertama Polres Kampar
Ket Foto : Ilustrasi penganiayaan.
PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Propam Polda Riau masih mendalami dugaan keterlibatan Kasat Reskrim Polres Kampar atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seorang tahanan Polres Kampar, Andri Fahmi Irawan (20) di dalam sel tahanan, Rabu (5/7/2017) sekitar pukul 20.00 WIB lalu.

"Dalam menetapkan terduga pelanggar harus ada alat bukti dan korelasi keterangan daripada saksi yang lain walaupun itu anak buahnya. Lebih berat tanggungjawab atasannya, bisa ancamannya penempatan khusus, demosi bahkan tunda kenaikan pangkat, tergantung kesalahan," kata Kabid Propam Polda Riau, AKBP Pitoyo Agung Yuwono, Senin (7/8).

Selain itu, lanjut Pitoyo, pihaknya juga sudah menetapkan 8 orang anggota Polres Kampar sebagai tersangka atau dalam kepolisian disebut terduga melakukan pelanggaran atas meninggalnya Andri yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan.

?"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota Polres Kampar, ada 8 personel yang ditetapkan sebagai terduga pelanggar," ucapnya.

Untuk delapan anggota yang ditetapkan tersangka dalam proses hukum internal Polri tersebut saat ini masih dalam pemberkasan. Apabila berkasnya sudah rampung, maka mereka akan langsung menjalani sidang kode etik.

"Mereka diduga melakukan pemukulan terhadap korban (Andri). Apapun alasannya bagi kepolisian itu memang tidak dibenarkan," kata Pitoyo.

Sebelumnya paman Andri yakni Lukman Hakim (55) menceritakan bahwa keponakannya ditangkap polisi pada Jumat (30/6) lalu.

Lalu pihak keluarga tak diizinkan oleh polisi untuk menjenguk Andri hingga pada Rabu (5/7) malam, keluarga diberitahu kalau Andri sudah meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Riau, Pekanbaru.

"Jelas dianiaya, kami melihat di Rumah Sakit tadi tubuh keponakan saya itu lebam-lebam. Wajahnya memar bekas pukulan," kata Lukman saat dihubungi, Kamis (6/7) malam lalu.

Lukman sangat menyesalkan kepergian keponakannya karena diduga dianiaya polisi. Padahal sebelum ditangkap dan selama hidupnya, Andri diketahui tidak memiliki riwayat penyakit yang mengkhawatirkan.

"Selama ini dia (Andri) sehat walafiat, kerjanya nyangkul di kebun. Tak ada pernah mengeluh sakit, ini tiba-tiba ditangkap polisi, dan beberapa hari kemudian langsung meninggal," tukas Lukman.(sya)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY