Wooww, Wakil Ketua DPRD Riau Ini Ternyata Penerbang

Kamis,24 Agustus 2017 | 09:52:55 WIB
Wooww, Wakil Ketua DPRD Riau Ini Ternyata Penerbang
Ket Foto : Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman sedang melakukan briefing kepada kontingen Jatim.
JAKARTA, jurnalmetronews.com -- Ribuan peserta Raimuna Nasional XI mengunjungi Lapangan Terbang Bumi Perkemahan Pramuka (Laptera), Cibubur, Jakarta, Sabtu (19/8/2017).

Tidak sekadar jalan-jalan, mereka juga diberitahu bagaimana mengoperasikan pesawat terbang dengan baik, bahkan mereka diberi kesempatan terbang di langit ibu kota menggunakan pesawat jenis microlight.

Para Pramuka penegak dan pendega yang mengikuti kegiatan ini lebih dulu mendapat materi dari para pilot tentang dasar-dasar teknologi pesawat terbang dan beberapa hal berkaitan dengan penerbangan, seperti istilah-istilah yang ada di bandara.

“Saya menyambut kegiatan pengenalan Dirgantara pada generasi muda, kita ingin mereka tahu mengenai dasar-dasar kedirgantaraan. Apa itu pesawat, apa itu aero modeling. Tapi tugas saya hanya pada pesawat jenis Fixed Wing saja," ujar salah satu pilot yang ternyata Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman dan para pilot sport lainnya yang tergabung dalam Jogja Flying Club diundang ke Cibubur untuk misi mulia ini.

Salah satu misi ini menumbuhkan Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atas wilayah udara kedirgantaraan.

Saat dikonfirmasi Noviwaldy Jusman yang disapa akrab Dedet ini mengatakan di sana rata-rata pesawat kebagian naik berkali kali membawa generasi penerus bangsa.

Hanya saja, ketika angin tak bersahabat cross wind mencapai 20 an Knot dengan alasan keselamatan, maka tak terbang dan menunggu angin normal. "Kami bawa adik- adik pramuka di atas Kota Jakarta," ujar Dedet.

Sementara itu, Kepala Laptera Bagas Adhadirga mengatakan menargetkan para Pramuka paling tidak tahu, karena sekarang zamannya teknologi.

?Bagas mengatakan, beberapa materi yang diajarkan adalah tentang teknologi aero modeling, simulator, paramotor, microlight fixed wing atau pesawat jenis sport dan sesuatu yang berkaitan dengan bandara. “Pelataran pesawat (apron) adalah bagian dari bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang,” katanya.

Dasar dari teori penerbangan dijelaskan secara secara rinci melalui miniatur pesawat yang sudah disiapkan panitia. Setelah itu, mereka bisa melihat praktik bagaimana pesawat itu terbang. ?Beberapa peserta diberi kesempatan naik pesawat setelah mampu menjawab pertanyaan dari pemateri.

?”Jadi setelah mereka tahu teorinya, kita kasih sejumlah pertanyaan. Mereka yang mampu menjawab dengan benar diberi kesempatan untuk terbang bersama pilot kami,” terangnya.

Ada 6 pesawat jenis microlight yang siap diterbangkan selama kegiatan Raimuna berlangsung. Salah satunya pesawat CT SW, TEC NAM yang didatangkan dari Yogyakarta. Pesawat ini membawa peserta melihat Kota Jakarta dari atas selama kurang lebih 10-15 menit.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini, minat Pramuka dalam dunia kedirgantaraan semakin meningkat, sehingga banyak orang yang berprofesi di dunia kedirgantaraan, karena negara kita terdiri dari berbagai pulau, jadi kapal dan pesawat adalah transportasi utama kita,” pungkas Bagas.

Zainuddin, selaku Manejer Penerbangan Laptera Cibubur menambahkan, kelebihan dari pesawat microlight penggunaanya lebih mudah, harganya relatif lebih murah, dan bahan bakarnya bisa menggunakan pertamax plus.

Penerbangan ini bisa menempuh jarak waktu 5-10 jam dengan ketinggian sampai dengan 10.000 feet. "Alhamdulilah para penerbang FASI dengan pesawatnya sudah kembali Jogja PKS 262 PKS 389 PKS 777, khusus pesawat Pak Dedet PKS 219 beliau sendiri masih melanjutkan misi ke Bandung," kata Zainuddin. (rls/war)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co

Rabu,25 April 2018 - 23:19:29 WIB

Mantan Kadis Ciptada Riau Jalani Sidang Perdana 

PEKANBARU, jurnalmetronews.com- Mantan Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno dan dua terdakwa lainnya, Yuliana J Baskoro serta Rinaldo Mugni menjalani sidang perdana dugaan korupsi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Rabu (25/4/2018).

Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY