Menteri Yohana Ingatkan Mahasiswa Untuk Putuskan Mata Rantai Bullying

Dibaca: 173 kali  Sabtu,02 September 2017 | 11:20:54 WIB
Menteri Yohana Ingatkan Mahasiswa Untuk Putuskan Mata Rantai Bullying
Ket Foto : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yambise saat menmberikan kuliah umum di UPI. Foto: Humas KemenPPPA.
BANDUNG, jurnalmetronews.com - Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak, Yohana Yambise, mengingatkan kepada mahasiswa dan dosen di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung untuk memutuskan mata rantai bullying.

Hal tersebut disampaikan Yohana saat memberikan materi pada kuliah umum di UPI pada Kamis (31/8) lalu.

“Bullying atau perundungan tidak hanya terjadi di sekolah, tapi juga kerap terjadi di kampus. Jadi saya mengingatkan kepada mahasiswa dan dosen untuk memutuskan mata rantai kekerasan di kampus," ujar Yohana dihadapan sekitar 5000 mahasiswa baru.

Menurutnya, salah satu cara untuk memutuskan mata rantai bullying tersebut adalah dengan membuat suasana kampus menjadi ramah pemuda dan ramah mahasiswa.

"Salah satu caranya adalah membuat Kampus ini harus jadi kampus ramah pemuda, ramah mahasiswa. Tidak boleh ada kekerasan dalam segala bentuk apapapun seperti psikis, fisik, seksual dan tidak ada penelantaran atau pendidik yang abai terhadap mahasiswa,” jelas Menteri Yohana.

Menjadi mahasiswa, lanjutnya, adalah salah satu saat penting dalam hidup, maka mahasiswa sudah seharusnya mengisi waktu dengan prestasi, jangan melakukan kekerasan, bullying dan diskriminasi.

Selain membahas mengenai isu bullying, Yohana juga membahas isu seperti kesetaraan gender, perundungan, hingga gadget di tekankan oleh Menteri yang merupakan Guru Besar Perempuan pertama di Tanah Papua itu.

Tidak hanya itu, dengan latar belakang yang dimilikinya sebagai seorang akademisi, Menteri Yohana juga bagikan pengalamannya selama menjadi mahasiswa di jenjang pendidikan S1, S2 hingga S3. Banyak belajar, perkaya literatur bacaan, dan memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya untuk mendukung perkuliahan.

“Saya sangat senang berada disini, karena ternyata Desa Kayuambon ini pemberdayaan masyarakatnya sangat maju terutama kaum ibu-ibu. UKM dalam bidang kuliner hingga seni sering mendapatkan prestasi hingga tingkat nasional. Dan saya berterimakasih sebab Bapak Bupati Bandung Barat, dan Dinas PPPA Provinsi Jawa Barat memantau langsung pertumbuhan ekonomi kaum perempuan di desa ini. Saya bisa merekomendasikan Desa Kayuambon ini sebagai percontohan bagi daerah lain,” tukasnya.(sya)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY