Sertifikat Rumah Tak Kunjung Terbit, Mirza Laporkan Bank BTN

Selasa,12 September 2017 | 12:19:33 WIB
Sertifikat Rumah Tak Kunjung Terbit, Mirza Laporkan Bank BTN
Ket Foto :

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Mirza (38) warga Jalan Kamboja, Kecamatan Tampan, melaporkan pihak Bank BTN Cabang Pekanbaru, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru atas dugaan kasus penggelapan sertifikat rumah, pada Senin (12/9/2017).


"Rumah sudah lunas hampir 3 tahun lalu. Tapi sampai sekarang sertifikat rumahnya belum juga dikasih," ujar Mirza saat dijumpai di Polresta Pekanbaru, Selasa (12/9) siang.


Mirza menyebutkan bahwa orang tuanya telah membeli rumah tipe 36 yang terletak di Perumahan Pondok Permata Jalan Purwodadi, Sidomulyo, Tampan secara kredit dan telah lunas pada tahun 2015 lalu.


Namun pada saat berita acara penerimaan dokumen, korban tidak menemukan sertifikat rumah miliknya. "Saat itu saya tak menerima sertifikat, yang ada hanya IMB, akta jual beli, perjanjian kredit dan surat kuasa membebankan hak tanggungan," katanya.


Meskipun sudah beberapa kali menanyakan perihal sertifikat rumahnya tersebut, akan tetapi pihak bank tetap tak memberikan kejelasan hingga kini.


"Saya beberapa kali ingin bertemu Kepala Cabang (Kacab), namun tidak pernah ketemu dengan berbagai alasan, yang keluar kota, rapat dan lain sebagainya. Akhirnya saya disarankan salah seorang karyawati untuk menulis surat kepada Kacab, sudah saya surati, namun gak selesai juga," ucapnya.


Bahkan Mirza sempat dipersulit oleh pihak bank. Dia disuruh untuk menanyakan perihal sertifikatnya tersebut kepada developer, kemudian oleh developer Mirza kembali disuruh bertanya ke pihak bank. Alhasil hingga kini pun tidak ditemukan penyelesaiannya.


"Saya sempat berurusan dengan beberapa orang sejak April 2015, orangnya diganti-ganti. Ada Aris, Novialdi, Irwandi, Lukman dan yang terakhir saya berurusan dengan  Hendri Saputera‎. Gak selesai juga," tuturnya.


Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Sutanto melalui Kasat Reskrim, Kompol Bimo Ariyanto membenarkan adanya laporan dugaan penggelapan yang diterima pihaknya. "Sudah, laporan sudah kita terima kemarin sore (Senin,red). Sedang kita selidiki," ungkap Bimo.


Bimo mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa korban dan saksi-saksi. Bahkan pihaknya juga sudah mengumpulkan beberapa alat bukti seperti bukti pelunasan rumah dari korban.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY