Unjuk Rasa RTRW di DPRD Riau, Mahasiswa dan Satpol PP Nyaris Bentrok

Rabu,20 September 2017 | 17:18:56 WIB
Unjuk Rasa RTRW di DPRD Riau, Mahasiswa dan Satpol PP Nyaris Bentrok
Ket Foto : Mahasiswa UR saat melakukan aksi di ruang sidang paripurna DPRD Riau.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com -- Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa, Universitas Riau nyaris bentrok dengan Satuan Polisi Pamong Praja saat melakukan aksi unjuk rasa di ruang paripurna DPRD Riau, Rabu (20/9/2017). 

Kericuhan itu terjadi saat Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo mengetuk palu untuk menunda sidang paripurna DPRD Riau tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau.

"Sidang paripurna ditunda hingga hari Senin," demikian kata Sunaryo.

Puluhan mahasiswa dari UR berlari ke depan ruang paripurna dan membentang spanduk. Aksi mahasiswa itu dihadang oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau.

Mereka menarik spanduk mahasiswa dan memaksanya ke luar ruang sidang paripurna. Namun tetap saja tuntutan mahasiswa menggema. 

Mahasiswa menilai sidang paripurna DPRD Riau cacat hukum, karena ada kepentingan korporasi. "Kami minta DPRD Riau serius menangani tentang RTRWP Riau ini," kata salah seorang mahasiswa.

Setelah berada di luar ruang paripurna, kembali terjadi kericuhan antara mahasiswa dan Satpol PP. Mereka saling dorong, karena berebut spanduk yang disimpan di laci meja Satpol PP.

"Jangan ada dusta antara RTRW dengan rakyat Indonesia begitu bunyi spanduknya. Kami minta agar dibentang petanya. Setiap kami minta tak dibuka. Bisa jadi ada kepentingan cukong asing, korporasi dan lain-lain," ujar salah seorang mahasiswa.

Melalui surat pernyataan sikapnya, Presiden Mahasisw UR, Rinaldi menuntut Pansus RTRW Riau menjelaskan dan melampirkan peta tentang status hutan lindung pada posisi kepala kambing yang hingga saat ini masih bermasalah sesuai hasil kerja pansus. 

Kedua, menuntut pansus RTRWP Riau menjelaskan secara detail disertai dengan peta dan koordinat yang jelas daerah yang dijadikan holding zone disertai dengan fungsi peruntukannya dan menuntut pansus RTRWP Riau menjelaskan perkembangan kasus temuan 629.000 hektare sawit perusahaan yang berada di kawasan hutan. (war)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY