Korupsi Lampu Penerangan Jalan, Kejati Tahan Manager Pemasaran PT SCA

Rabu,11 Oktober 2017 | 20:08:07 WIB
Korupsi Lampu Penerangan Jalan, Kejati Tahan Manager Pemasaran PT SCA
Ket Foto : HW hanya dapat tertunduk saat berada di dalam mobil dinas Kejati Riau.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi, HW (33) selaku manager pemasaran PT SCA yang mendapat sembilan paket pekerjaan dan penyedia barang bagi para broker ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi lampu penerangan jalan Kota Pekanbaru dan langsung ditahan.

HW yang berdomisili di Jakarta tersebut diperiksa oleh penyidik Pidana Khusus Kejati Riau sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.30 WIB. 

Seusainya diperiksa, HW yang mengenakan rompi orange tersebut langsung memasuki mobil dinas Kejati Riau tanpa berkomentar apapun.

Dia dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB, Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya. Penahanan pertama terhadapnya akan dilakukan selama 20 hari ke depan.

"Sebenarnya kemarin (Senin) dipanggil tapi tak datang. Kita dapat kontaknya dan langsung konfirmasi dan nyatakan hadir hari ini. Setelah diperiksa penyidik mengeluarkan penetapan tersangka," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Sugeng Riyanta pada Rabu (11/10/2017) sore.

Sugeng menjelaskan bahwa penahanan HW langsung dilakukan karena mengingat domisilinya yang berada di luar kota. Apalagi biasanya para saksi maupun tersangka yang berada di luar kota sangat sulit untuk dipanggil.

"Penyidik mengusulkan lakukan penahan. Saya keluarkan surat perintah pemeriksaan tersangka dan penangkapan," jelasnya.

Sementara itu terkait adanya perbedaan perlakuan HW dengan empat tersangka lainnya, Sugeng menegaskan, hal itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Alasannya, subjektifitas.

Pada kasus ini, selain sebagai manager HW juga menyediakan barang untuk tiga tersangka lain. Tersangka ABD 10 paket proyek, MJ sebanyak 9 paket proyek dan MHR satu paket proyek

Penyidik punya beberapa bukti kuat diantaranya dari pemilik toko. Mereka sudah diminta untuk mengembalikan uang yang diperoleh dari tindak pidana tersebut. 

"Toko selaku korporasi sudah mengembalikan Rp200 juta. Tersangka M kembalikan Rp130 juta dan beberapa saksi lainnya. Totalnya sudah Rp489 juta," ungkap Aspidsus.

Selain HW, penyidik juga sudah menetapkan empat tersangka lain yakni Masdauri, Abdul Rahman,  MJ dan MHR. Masdauri dan Abdul Rahman mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka oleh penyidik.

Pengadaan lampu jalan ini mulanya bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Riau tahun 2016 sebesar Rp6 miliar lebih. Anggaran itu diduga dimarkup jauh dari harga sebenarnya hingga negara dirugikan Rp1,3 miliar.

Kegiatan masuk dalam Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Penerangan Jalan Swasta dan Lingkungan Kota Pekanbaru tahun 2016 di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru. 

Lima tersangka dijerat Pasal  2 ayat 1 jo Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHPidana.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY