Sempat Merusak Kebun dan Makan Buah Sawit, Gajah di Inhu Kembali ke Kelompoknya

Selasa,31 Oktober 2017 | 16:54:38 WIB
Sempat Merusak Kebun dan Makan Buah Sawit, Gajah di Inhu Kembali ke Kelompoknya
Ket Foto : Gajah yang meresahkan masyarakat Inhu. Dokumentasi: Humas BKSDA Riau.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Seekor gajah yang sempat meresahkan masyarakat dengan merusak kebun warga dan memakan buah sawit di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Inhu  telah dikembalikan ke habitatnya semula.

Satwa dilindungi yang diketahui berasal dari kelompok gajah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) tersebut telah dikembalikan ke kelompoknya oleh petugas gabungan dari tim Balai Besar KSDA Riau, Vesswic, WWF, Yayasan Tesso Nilo, Balai TNTN, TNI-POLRI, serta masyarakat setempat pada Kamis (19/10/2017) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

"Penggiringan satwa gajah soliter yang telah meresahkan masyarakat sejak awal bulan Agustus 2017 lalu, telah berhasil dilakukan. Setelah dua bulan lebih satwa tersebut terpisah dari kelompoknya, kini satwa tersebut telah dikembalikan ke habitatnya yaitu kelompok Tesso Nilo," ujar Kasubbag Humas BKSDA Riau, Dian Indiarti pada Selasa (31/10/2017) siang.

Dian menyebutkan bahwa sebelum digiring ke habitatnya, satwa dengan nama latin Elephas Indicus tersebut terlebih dahulu dibius.

Kemudian gajah itu digiring dengan menggunakan dua ekor gajah jinak milik TNTN.

"Penanganan pun dilakukan secara komprehensif yaitu dengan melakukan evakuasi terhadap satwa tersebut dengan menggunakan dua ekor gajah jinak milik flying Squad TNTN," sebutnya.

Sebelum digiring, gajah itu sempat melintasi tiga desa yakni Desa Kolak Pisang, Desa Pasir Beringin dan Desa Bukit. Ketika akan dikembalikan, dia selalu kembali ke desa-desa itu.

"Tim telah melakukan pendalaman terhadap kondisi habitat sekitar dan menemukan bahwa satwa tersebut terpisah dari kelompok utamanya yaitu kelompok Tesso Nilo," jelasnya.

Oleh karena itu dengan dikembalikannya satwa langka tersebut, BKSDA sangat mengapresiasi kerjasama para pihak dalam upaya penyelamatan.

"Kita sangat apresiasi dengan upaya penyelamatan hewan yang dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar," tukasnya.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY